Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi unjuk rasa yang digelar gabungan mahasiswa, masyarakat sipil, dan pengemudi ojek online (ojol) di Mojokerto sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Bypass Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, lumpuh, Senin (22/6/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut rencananya digelar di depan Kantor DPRD Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan penanggung jawab M. Nur Fadilah selaku Ketua PC PMII Mojokerto. Massa mengusung tema tuntutan ‘Menyoroti Kemunduran Indonesia di Bawah Rezim Prabowo-Gibran’.
Sebelum menuju lokasi aksi, massa melakukan longmarch dari Terminal Kertajaya Kota Mojokerto menuju DPRD Kota Mojokerto. Namun, setibanya di kawasan Simpang Lima Kenanten, Kecamatan Puri, massa menghentikan perjalanan dan melakukan blokade terhadap jalur Bypass Mojokerto.
Dari atas mobil komando, perwakilan massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta evaluasi total terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Massa juga menuntut penghentian sejumlah program pemerintah yang mereka nilai perlu dievaluasi, serta menyuarakan kritik terkait kondisi yang disebut sebagai kemunduran Indonesia.
Aksi blokir jalur Bypass Mojokerto tersebut berlangsung sekitar 15 menit dan menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Mojokerto tersendat hingga sempat lumpuh. Sejumlah kendaraan dari kedua arah terpaksa berhenti menunggu massa membuka akses jalan.
Setelah menyampaikan orasi, massa akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Kantor DPRD Kota dan Kabupaten Mojokerto untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada para wakil rakyat.
Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi gangguan yang lebih luas. Situasi kembali normal setelah massa meninggalkan lokasi dan melanjutkan aksi menuju titik tujuan. [tin/suf]






