Surabaya (beritajatim.com)- Sirsak, buah berduri dengan daging putih yang segar ini, memang banyak disukai untuk dijadikan jus atau dimakan langsung. Namun, pernahkah anda merasa baru membeli sirsak yang masih keras, tetapi keesokan harinya sudah sangat lembek? Ternyata, sirsak memang termasuk buah yang cepat matang dibandingkan banyak buah lainnya.
Hal ini terjadi karena sirsak termasuk buah klimakterik. Dilansir dari Wikipedia, buah ini tetap melanjutkan proses pematangan meski sudah dipetik dari pohonnya. Berbeda dengan stroberi atau jeruk yang proses matangnya berhenti setelah dipanen, sirsak justru semakin cepat matang saat disimpan di rumah. Buah ini memproses energi di dalam selnya dengan sangat cepat sehingga proses pematangannya juga berlangsung lebih singkat.
Selain itu, sirsak juga menghasilkan gas etilen dalam jumlah tinggi. Gas etilen adalah hormon alami tumbuhan yang membantu mempercepat proses pematangan buah. Saat sirsak mulai matang, produksi gas ini meningkat tajam sehingga seluruh bagian buah cepat berubah menjadi lebih manis dan lembut dalam waktu singkat.
Hal itu terlihat pada teksturnya. Dalam waktu sekitar 2-4 hari setelah dipetik, sirsak bisa berubah dari keras menjadi sangat lunak. Dialnet menjelaskan enzim di dalam buah bekerja memecah serat-serat keras sehingga daging buah menjadi lembut, berair, dan terasa creamy saat dimakan.
Namun, proses matang yang cepat membuat sirsak juga mudah rusak atau cepat busuk. Kulitnya dapat berubah menjadi kecokelatan atau hitam karena proses oksidasi dan metabolisme yang tinggi. Meski begitu, bagian dalam buah biasanya masih enak dimakan selama belum mengeluarkan bau asam yang menyengat.
Biasanya sirsak segar hanya mampu bertahan sekitar 6-8 hari setelah dipanen. Setelah melewati puncak kematangannya, buah ini akan cepat membusuk. Karena itulah sirsak cukup sulit ditemukan dalam kondisi benar-benar segar jika harus dikirim ke tempat yang jauh.
Agar lebih awet, sirsak yang masih keras bisa disimpan di suhu ruang selama 2-7 hari sampai terasa empuk saat ditekan perlahan. Setelah matang, simpan di dalam kulkas agar tahan sekitar 2-3 hari lebih lama. Namun, hindari suhu yang terlalu dingin karena bisa memengaruhi rasa dan warna kulit buah. [Wakhdah Alisa Berliana]






