Surabaya (beritajatim.com) – Industri pernikahan (wedding) dinilai sebagai salah satu sektor bisnis yang tidak pernah mati dan terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
General Manager Dyandra Convention Center Surabaya, Wahyuni Wara Astuti mengatakan dinamika industri ini di Kota Surabaya mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
Selain dipicu oleh perubahan preferensi generasi muda seperti Gen Z yang lebih menyukai konsep pernikahan intim atau intimate wedding, persaingan antar-penyedia gedung pertemuan (convention hall) di Kota Pahlawan juga terpantau semakin ketat dengan bermunculannya sejumlah venue baru.
“.Jika dahulu pernikahan identik dengan pesta pora yang mengundang ribuan orang, kini konsep intimate wedding kian mendominasi pasar. Generasi Z yang kini mulai memasuki usia pernikahan cenderung memilih acara yang lebih sakral, dekat, dan hanya dihadiri oleh keluarga serta teman-teman terdekat,” ungkap Wahyuni di gelaran Surabaya Wedding Expo, Minggu (21/6/2026) di Dyandra Convention Center Surabaya.
Lebih lanjut fenomena ini mendorong para pengelola gedung pertemuan untuk lebih fleksibel dalam menyediakan ruang. Tidak hanya menyediakan aula besar untuk acara megah, venue-venue di Surabaya kini juga wajib menyediakan ruang berkapasitas lebih kecil, berkisar antara 300 hingga 500 orang, dengan harga yang lebih terjangkau affordable ia menilai, industri pernikahan terus tumbuh dan tidak pernah kehilangan pasar.
“Wedding itu tidak pernah ada matinya. Justru dari tahun ke tahun semakin meningkat dan ini menjadi industri baru yang sangat potensial,” imbuhnya.
Ia menambahkan, keberadaan festival wedding juga memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Wedding kecil maupun besar tetap membutuhkan banyak tenaga kerja. Karena itu kami sangat senang jika event ini menjadi agenda tahunan Surabaya,” ujarnya.
Sumitro, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) berharap, langkah menjadikan SWF sebagai event tahunan Kota bisa mendorong ekonomi kreatif.
“Perwujudan kita untuk mendukung perputaran ekonomi di Surabaya bisa semakin baik. Jadi kita ingin, ini menjadi kegiatan tahunan yang dinantikan semua vendor dan semua umur,” ucapnya.
Seperti diketahui, SWF 2026 digelar di DCCS pada 19-21 Juni 2026 dengan mengusung tema “A Curated Journey to Your Ever After”. Event tersebut menghadirkan lebih dari 100 vendor pernikahan terkurasi, mulai dari wedding organizer, bridal, makeup artist, dekorasi, dokumentasi hingga hospitality. (way/aje)






