RINGKASAN BERITA:
- Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf di Hijam Alwali, Madinah, menjadi destinasi favorit jemaah Haji 2026.
- Situs seluas 10 ribu meter persegi ini menyimpan sumur berusia 1.400 tahun yang pernah didoakan Rasulullah.
- Perkebunan tradisional ini merawat 550 pohon kurma produktif, termasuk 350 pohon varietas Ajwa Aliyah.
- Destinasi wisata religi ini mempekerjakan 30 warga negara Indonesia (WNI) sebagai tenaga perawat kebun.
Madinah (beritajatim.com) — Kota Suci Madinah tidak hanya memancarkan pesona spiritual lewat kemegahan Masjid Nabawi, tetapi juga menyimpan kluster warisan sejarah peradaban Islam yang memukau. Salah satu destinasi wisata religi yang kini menjadi magnet luar biasa bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai belahan dunia adalah Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf.
Perkebunan ini bukan sekadar lahan pertanian hijau biasa di tengah kepungan gurun gersang, melainkan sebuah situs cagar budaya (heritage) yang merekam kejayaan ekspansi ekonomi sahabat Rasulullah SAW yang melegenda karena kedermawanannya.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kawasan agrowisata sejarah ini kian dipadati rombongan jemaah Indonesia di sisa waktu paruh kedua operasional haji sebelum bertolak ke tanah air.
Saat menginjakkan kaki di area perkebunan, jemaah langsung disuguhi atmosfer masa lalu yang kental. Di lokasi tersebut, masih berdiri kokoh bangunan tembok kuno asli serta arsitektur peninggalan era Turki Utsmani (Ottoman). Bangunan bersejarah ini dahulu berfungsi sebagai tempat majelis pertemuan para sahabat bersama Abdurrahman bin Auf dalam mengonsolidasikan bisnis keduniawian demi kepentingan dakwah.
Keunikan lain dari perkebunan ini adalah bertahannya sistem pengairan tradisional (old way) tanpa ketergantungan pada mesin pompa modern. Alur parit air kuno yang dirancang langsung oleh sahabat Abdurrahman bin Auf sengaja dipertahankan keasliannya sebagai bukti otentik manajemen tata kelola air masa lampau.
“Tembok dan jalur air masa lalu itu masih kami pertahankan, selain juga jalur air baru yang kami buat untuk mengaliri kebun kurma ini,” kata pemilik (owner) Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf, Hasan Alkiwi, Kamis (18/6/2026).
Titik paling sakral di area ini adalah Sumur Abdurrahman bin Auf yang dibangun sejak 1.400 tahun silam. Sumur sedalam 60 meter ini memiliki mukjizat tidak pernah kering karena pernah didoakan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Keberadaan sumur ini memiliki cerita romantis, di mana debit airnya di masa lalu dijadikan komponen mahar mulia berupa emas dan dirham oleh Abdurrahman bin Auf saat menyunting istrinya.
“Kualitas airnya pun bagus dan bisa langsung diminum, masih terjaga sangat baik sampai dengan saat ini,” ungkap Hasan Alkiwi didampingi penerjemah asal Indonesia, Asep B Pajri.
Hasan Alkiwi, atau yang akrab disapa Abu Umar, menjelaskan bahwa perkebunan seluas 10 ribu meter persegi ini mengelola lebih dari 550 pohon kurma produktif yang berusia berkisar antara 20 hingga 30 tahun. Menariknya, manajemen perkebunan ini mempekerjakan sekitar 30 orang mukimin asal Indonesia untuk merawat pohon-pohon tersebut.
Dari total ratusan tanaman tersebut, 350 pohon di antaranya merupakan varietas Kurma Ajwa Aliyah atau yang karib dikenal sebagai ‘Kurma Nabi’ dengan grade kualitas tertinggi di Madinah. Sisa lahan lainnya ditanami varietas premium seperti Kurma Safawi, Rabiah, Ambar, hingga Sukari. Jemaah yang berkunjung diperbolehkan menikmati sensasi memetik buah kurma segar langsung dari batangnya.
Lokasi kebun kurma ini tergolong sangat strategis karena berada di daerah Hijam Alwali, Madinah. Akses berkendara menggunakan bus dinilai sangat efisien, hanya membutuhkan waktu 20 menit dari Masjid Nabawi, 2 menit dari Masjid Quba, serta hanya 7 menit dari situs bersejarah Bir Ghars.
Untuk memanjakan lidah para peziarah nusantara, kompleks ini juga dilengkapi konter suvenir luas serta gerai kuliner lokal khas Indonesia, mulai dari bakso, aneka gorengan hangat, hingga seblak pedas.
“Ahlan wasahlan jemaah haji dan umrah Indonesia, kami siap menyambut dengan baik para jemaah semuanya,” pungkas Abu Umar ramah. [ian/MCH]






