Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.400 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat sekolah dasar hingga menengah atas se-Kota Surabaya mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Tahun 2026 di Kampus Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).
Pelatihan ini membekali para pelajar dengan keahlian mitigasi bencana alam dan pemahaman adaptasi perubahan iklim perkotaan secara langsung.
Acara ini merupakan kolaborasi lintas sektor, antara lain Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Unitomo, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Agenda pelatihannya cukup beragam. Para peserta menjalani simulasi Sekolah Siaga Bencana (SSB), berdiskusi tentang ancaman suhu panas perkotaan, hingga belajar ketahanan iklim bersama pakar dari Universitas Airlangga dan BMKG Juanda.
Dekan FIKES Unitomo, Arkha Rosyaria Badrus, menjelaskan kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi pengembangan karakter pelajar. Menurutnya, anak muda perlu dilatih menangani situasi darurat sejak dini.
“Latihan gabungan ini merupakan kegiatan yang positif untuk membentuk generasi muda yang peduli, tangguh dan siap menghadapi situasi darurat bencana,” kata Arkha, Sabtu (20/6/2026).
Dia menilai kemampuan teknis kepalangmerahan harus ditopang oleh rasa empati. Sinergi berbagai instansi dalam acara ini mempertegas komitmen melahirkan barisan relawan kemanusiaan yang cekatan.
“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepemimpinan,” paparnya.
Rektor Unitomo, Siti Marwiyah, merespons positif tingginya angka partisipasi pelajar. Ia melihat antusiasme ribuan anggota PMR ini sebagai modal kuat bagi perjalanan bangsa ke depan.
“Anak-anakku semuanya adalah anak-anak hebat Indonesia. Saya katakan anak-anak adalah generasi emas, penerus bangsa yang besar,” ucapnya.
Pemahaman tentang literasi kesehatan dan kesigapan relawan muda menjadi angin segar bagi daerah. Kepedulian sosial mereka diyakini mampu menjaga ketahanan masyarakat secara berkesinambungan.
“Jika Indonesia memiliki generasi muda seperti anggota PMR yang peduli kesehatan, kemanusiaan, dan siap membantu sesama, maka kita tidak perlu khawatir terhadap masa depan Indonesia,” tutupnya. [ipl/kun]






