Ponorogo (beritajatim.com) – Harapan warga Ponorogo menikmati jalan yang lebih mulus dan fasilitas kesehatan yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kini mempercepat lelang 12 paket proyek infrastruktur. Yakni mulai perbaikan jalan, drainase, renovasi puskesmas hingga pengurukan lahan calon Sekolah Rakyat, agar pekerjaan fisik segera dimulai pada pertengahan tahun ini.
Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Ponorogo mencatat sebanyak 12 paket pekerjaan telah diumumkan sepanjang Juni. Seluruh proses tender dikebut agar pekerjaan fisik bisa segera dimulai dan manfaatnya lebih cepat dirasakan masyarakat.
Kepala UKPBJ Ponorogo Budi Darmawan menjelaskan, beberapa paket bahkan telah menuntaskan tahapan lelang. Di antaranya renovasi Puskesmas Ngebel dan Puskesmas Ronowijayan yang telah menyelesaikan proses tender.
Selain itu, 4 paket peningkatan jalan kini memasuki tahap penunjukan penyedia barang dan jasa. Sementara 5 paket pembangunan saluran air serta pekerjaan pengurukan lahan calon Sekolah Rakyat masih berjalan sesuai tahapan pengadaan.
“Nilai paketnya bervariasi, ada yang ratusan juta sampai miliaran,” ungkap Budi, Jumat (19/6/2026).
[irp posts=”1519265″ ]
Meski demikian, tidak semua organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mengajukan paket sesuai jadwal awal. Sejumlah kendala teknis membuat beberapa proses pengadaan bergeser hingga pertengahan tahun.
Menurut Budi, salah satu kendala dialami Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Perubahan harga aspal dalam beberapa waktu terakhir membuat proses pengajuan paket sempat tertunda sebelum akhirnya dapat dilanjutkan.
“Kemungkinan awal Juli nanti sudah mulai di aspal yang 4 proyek selesai lelang di kami,” jelasnya.
UKPBJ Ponorogo, berharap seluruh OPD segera mengajukan paket-paket yang masih tersisa. Tidak hanya DPUPKP, tetapi juga Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga RSUD dr Harjono, agar seluruh pekerjaan dapat segera berkontrak dan masuk tahap pelaksanaan. Dengan proses lelang yang lebih cepat, pemerintah menargetkan pembangunan dapat selesai tepat waktu. Sehingga hasilnya segera dinikmati masyarakat. Budi menilai percepatan pengadaan menjadi kunci agar realisasi anggaran maupun pembangunan daerah berjalan lebih optimal.
“Harapannya, paket segera dapatkan kontraktor pun pekerjaan lekas rampung dan dirasakan dampaknya ke masyarakat,” pungkasnya.[End/aje]






