Sidoarjo (beritajatim.com) – Wajah baru Alun-alun Sidoarjo sukses menarik ribuan warga setiap akhir pekan. Dahulu Alun-alun Sidoarjo hanya dikenal sebagai ruang terbuka di pusat kota, kini kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi wisata perkotaan yang ramai dikunjungi masyarakat.
Setiap hari, terutama saat sore hingga malam hari di hari biasa dan akhir pekan, Alun-alun Sidoarjo menjadi ‘jujugan’ warga meski sekedar untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati aneka kuliner bersama keluarga.
Hamparan area yang tertata rapi, fasilitas yang semakin lengkap, serta suasana yang nyaman membuat kawasan ini menjadi salah satu ruang publik paling hidup di Kota Delta. Beragam kalangan tampak menikmati aktivitas masing-masing.
Anak-anak bermain dengan riang, remaja berburu foto di sejumlah spot menarik, sementara orang tua memanfaatkan suasana santai untuk berkumpul bersama keluarga.
Suasana alun-alun kian terasa ramai saat Car Free Day (CFD). Ratusan hingga ribuan warga memadati kawasan alun-alun untuk berolahraga, mengikuti senam bersama, jogging, maupun sekadar menikmati suasana pagi sambil berburu jajanan pasar.
Bagi sebagian besar warga, Alun-alun Sidoarjo kini tidak lagi sekadar tempat bersantai, tapi juga menjadi ruang berkumpul dengan keluarga yang dapat menghadirkan suasana baru, berkreatifitas serta menjadi hiburan murah dan mudah dijangkau.
Fathul, warga asal Krian yang turut menikmati suasana alun-alun baru. Dia mengaku hampir setiap akhir pekan datang bersama keluarganya ke Alun-alun Sidoarjo.
“Sekarang kalau ingin jalan-jalan tidak perlu jauh. Alun-alun Sidoarjo sudah sangat nyaman dan lengkap. Anak-anak bisa bermain, orang tua bisa santai sambil menikmati jajanan kuliner,” ujarnya.
Menurut Fathul, perubahan wajah alun-alun membuat masyarakat memiliki alternatif tempat wisata yang aman dan ramah keluarga di tengah kesibukan sehari-hari.
“Suasananya sekarang lebih hidup. Malam hari juga ramai, tetapi tetap nyaman untuk keluarga. Saya senang karena ada banyak ruang terbuka untuk anak-anak bergerak dan bermain,” ujarnya.
Tak hanya itu, keberadaan alun-alun juga dapat dimanfaatkan untuk berolahraga baik pagi maupun sore hari.
“Fasilitasnya semakin bagus dan areanya pun juga luas. suasananya juga menyenangkan karena banyak warga yang beraktivitas,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan ruang publik yang representatif sangat penting bagi masyarakat perkotaan karena dapat menjadi sarana interaksi sosial sekaligus tempat melepas penat.
“Sekarang masyarakat punya tempat berkumpul yang layak. Tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk bertemu teman, komunitas, atau sekadar menikmati suasana kota,” jelasnya.
Selain menjadi ruang rekreasi, Alun-alun Sidoarjo juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Puluhan pedagang dan pelaku UMKM memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung CFD untuk menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan lokal.
Saat malam tiba, kawasan tersebut semakin semarak dengan hadirnya hiburan jalanan dan aktivitas warga yang berlangsung hingga larut. Lampu-lampu taman yang menghiasi area alun-alun menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana kota pada malam hari.
“Tempatnya bersih, tertata, dan mencerminkan perkembangan Sidoarjo yang semakin maju,” tambahnya.
Ia berharap kawasan tersebut terus dijaga kebersihan dan kenyamanannya agar tetap menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
“Yang penting semua ikut menjaga fasilitas yang ada. Kalau dirawat bersama, alun-alun ini bisa terus menjadi kebanggaan warga Sidoarjo,” harapnya.
Sementara, Wahyu warga Porong mengaku bangga dengan perkembangan Alun-alun Sidoarjo yang kini terlihat jauh lebih modern dan nyaman dibanding sebelumnya. Ia menilai penataan kawasan yang rapi membuat masyarakat semakin betah menikmati suasana kota bersama keluarga.
“Sekarang Alun-alun Sidoarjo jauh lebih bagus dan ramai. Tempatnya nyaman buat jalan-jalan malam bersama keluarga, anak-anak juga senang karena banyak area bermain dan kuliner,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, keberadaan ruang publik yang representatif seperti Alun-alun Sidoarjo sangat dibutuhkan masyarakat sebagai sarana hiburan murah sekaligus tempat berkumpul keluarga di tengah kesibukan sehari-hari.
Senada diungkapkan Suharti asal Wonoayu yang mengaku rutin datang ke Alun-alun Sidoarjo saat kegiatan CFD berlangsung akhir pekan. Menurut Suharti suasana CFD di kawasan alun-alun selalu ramai dan menyenangkan karena masyarakat dapat menikmati olahraga pagi sekaligus wisata kuliner dalam satu tempat.
“Kalau CFD suasananya sangat ramai dan seru. Banyak masyarakat olahraga bersama keluarga, ada senam, jogging, dan kulinernya juga lengkap. Saya hampir sering ke sini bersama anak-anak,” tambahnya.
Suharti menilai keberadaan Alun-alun Sidoarjo membawa dampak positif bagi masyarakat karena menjadi ruang interaksi sosial yang sehat dan nyaman.
“Sekarang masyarakat punya tempat berkumpul yang bagus. Anak-anak juga bisa bermain dengan aman. Semoga tetap dijaga kebersihannya dan semakin banyak acara menarik,” tambahnya.
Alun-alun Sidoarjo tidak hanya menjadi pusat keramaian kota, kawasan tersebut juga menjadi simbol perkembangan Sidoarjo yang semakin ramah bagi masyarakat.
Dengan dukungan berbagai fasilitas yang terus berkembang, Alun-alun Sidoarjo kini berkembang menjadi jujugan wisata bagi warga Sidoarjo.
Namun di tengah tingginya antusiasme masyarakat menikmati ruang publik tersebut, muncul pekerjaan rumah besar yang mulai disorot Pemkab Sidoarjo, yakni soal kebersihan, ketertiban hingga potensi kerusakan fasilitas umum akibat minimnya kesadaran pengunjung.
Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta masyarakat tidak hanya ramai memanfaatkan fasilitas publik, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan dan kenyamanannya.
Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah dan dukungan CSR harus dirawat bersama agar tidak cepat rusak. “Fasilitas yang sudah dibangun dan dipercantik ini harus kita jaga bersama. Kebersihan, ketertiban, serta fasilitas umum yang ada harus dirawat agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” kata Subandi saat menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim.
Dalam kesempatan itu, Bank Jatim menyerahkan bantuan 30 unit kursi taman untuk kawasan Alun-alun Sidoarjo.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Satpol PP hingga jajaran Forkopimda.
H. Subandi mengapresiasi kontribusi Bank Jatim yang dinilai ikut membantu mempercantik kawasan ruang terbuka publik di pusat Kota Delta.
Bupati menyebut Alun-alun Sidoarjo kini semakin hijau dan nyaman setelah dilakukan penataan beberapa waktu terakhir.
“Terima kasih kepada Bank Jatim yang telah peduli kepada daerah melalui program CSR. Kehadiran bantuan ini tentu sangat membantu dalam memperbaiki tata kelola daerah, termasuk mempercantik Alun-alun Sidoarjo yang saat ini sudah terlihat lebih hijau dan nyaman,” pujinya. [ADV/isa]







