Ringkasan Berita:
- Sebanyak 17 jemaah haji asal Jombang menerima bantuan Rp20 juta per orang dari dana Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Kementerian Haji dan Umrah RI.
- Total bantuan sekitar USD 190.000 atau Rp3,3 miliar dibagikan kepada 150 jemaah haji terpilih di seluruh Indonesia.
- Sebanyak 1.259 jemaah haji Jombang telah kembali ke tanah air, dengan empat jemaah dilaporkan wafat selama pelaksanaan haji 2026.
Jombang (beritajatim.com) – Pulangnya jemaah haji asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada musim haji 2026 tidak hanya diwarnai rasa syukur, tetapi juga kabar gembira bagi 17 jemaah yang menerima bantuan masing-masing sebesar Rp20 juta.
Bantuan tersebut bersumber dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui salah satu yayasan dan disalurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI.
Total bantuan yang diberikan mencapai sekitar USD 190.000 atau setara Rp3,3 miliar dan dibagikan kepada sekitar 150 jemaah haji terpilih di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah penerima dengan 17 jemaah yang berhak memperoleh bantuan langsung.
Menteri Haji dan Umrah RI Moch Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa penerima bantuan merupakan jemaah yang benar-benar membutuhkan. Hal itu ia sampaikan saat menyambut kepulangan jemaah haji di Pendapa Kabupaten Jombang, Kamis (18/6/2026).
“Mereka yang beruntung adalah Jemaah haji yang membutuhkan. Dari Jombang, tadi saya lihat ada pedagang kerupuk, pedagang asongan, pedagang es di pinggir jalan,” ujar Moch Irfan Yusuf.
Ia menilai penyaluran bantuan tersebut sudah tepat sasaran. “Sesuai dengan siapa yang memerlukannya,” lanjut Gus Irfan.
Selain kabar bantuan, Gus Irfan juga menyampaikan evaluasi penyelenggaraan haji 2026 yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Ia menyebut Presiden memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Alhamdulillah Pak Presiden memberikan apresiasi. Beliau juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama para petugas haji yang luar biasa,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa kepulangan jemaah haji Jombang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kloter 60 dan 61 tiba pada 17 Juni, sedangkan kloter 62 dan 63 menyusul pada 18 Juni di Pendapa Kabupaten Jombang.

Ia menyebutkan total 535 jemaah tergabung dalam Kloter 60 dan 61, namun satu jemaah dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi menjelang kepulangan. Jemaah tersebut adalah Sukipan, warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, yang tergabung dalam Kloter 61.
“Almarhum meninggal sekitar pukul 01.00 waktu Arab Saudi setelah mengalami stroke, menjelang kepulangan ke tanah air,” kata Ilham.
Dengan penambahan tersebut, total jemaah asal Jombang yang wafat selama musim haji 2026 menjadi empat orang. Tiga lainnya adalah Suyono (57), yang wafat akibat syok kardiogenik pada 9 Mei 2026, kemudian Hj Rubiansih binti Sumorejo yang meninggal karena pneumonia pada 30 Mei 2026, serta Hj Mauduah binti Sa’i yang wafat di Saudi National Hospital Makkah pada 9 Juni 2026.
Ilham memastikan seluruh jemaah yang wafat tetap mendapatkan hak santunan asuransi sesuai regulasi yang berlaku. Sementara itu, secara keseluruhan sebanyak 1.259 jemaah haji asal Kabupaten Jombang telah kembali ke tanah air secara bertahap dari total 1.263 jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
Bupati Jombang Warsubi turut menyampaikan sambutan hangat atas kepulangan para jemaah. Ia berharap seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan para jemaah meraih predikat haji mabrur dan hajah mabrurah.
“Selamat datang kembali di Kabupaten Jombang. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan menjadikan Bapak-Ibu sebagai haji dan hajah yang mabrur,” ujarnya. [suf]






