Surabaya (beritajatim.com) – Demonstrasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya berjalan kondusif pada Rabu (17/6/2026). Aksi yang digelar oleh aliansi mahasiswa se-Jawa Timur ini diikuti sekitar 1.500 orang.
Massa tiba di Gedung Negara Grahadi pukul 14.00 WIB. Setiap perwakilan kampus bergantian menyuarakan aspirasinya, mulai dari tuntutan penghentian program Makan Bergizi Gratis sampai Koperasi Desa Merah Putih.
“Selain itu, kami juga menuntut dicabutnya Undang-undang Polri dan juga Undang-undang TNI,” kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair), M Rizqi Senja Virawan.
Aliansi mahasiswa Jawa Timur juga bakal menggelar aksi lanjutan jika tak ada respons positif dari pemerintah. “Akan ada aksi lanjutan ketika pemerintah tidak pernah berbenah,” tegasnya.
Dari pantauan beritajatim.com, massa mahasiswa mulai membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.30 WIB. Jalan Gubernur Suryo yang semula ditutup, kembali dibuka oleh petugas pada pukul 17.00 WIB.
Tak ada satu pun pejabat yang menemui para demonstran dalam aksi ini. Rizqi menyebut, tujuan demonstrasi ini murni untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat luas soal kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja.
“Kami merasa walaupun pejabat menemui, dia tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami setelah kami berjilid-jilid demonstrasi selama beberapa tahun terakhir,” pungkasnya. [ipl/suf]






