Ringkasan Berita:
- Laznas LMI menyalurkan 400 baglog jamur tiram kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Magetan.
- Bantuan modal usaha diberikan untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga melalui budidaya jamur tiram.
- Baglog berasal dari pelaku usaha yang juga merupakan penerima manfaat program Laznas LMI.
- Program pemberdayaan ini diharapkan menciptakan manfaat berkelanjutan dan memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Magetan (beritajatim.com) – Komitmen memberdayakan masyarakat terus diwujudkan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) LMI melalui program bantuan modal usaha produktif. Kali ini, LMI menyalurkan 400 baglog jamur tiram kepada Karmidi, penyandang disabilitas daksa asal Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Bantuan tersebut diserahkan pada Senin (8/6/2026) dan menjadi langkah awal bagi Karmidi untuk mengembangkan usaha budidaya jamur tiram yang selama ini ia cita-citakan. Program ini tidak hanya memberikan dukungan permodalan, tetapi juga membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Menariknya, baglog jamur yang disalurkan kepada Karmidi didatangkan dari pelaku usaha di kecamatan lain yang juga merupakan penerima manfaat program modal usaha Laznas LMI. Skema tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan mampu menciptakan rantai manfaat yang saling menguatkan antar penerima bantuan.
Kedatangan tim Laznas LMI disambut hangat oleh Karmidi dan istrinya, Endang. Wajah keduanya tampak sumringah saat menerima bantuan yang telah dinantikan sejak akhir Mei lalu. Tanpa menunggu lama, mereka langsung menata seluruh baglog jamur ke rak budidaya yang sebelumnya telah dipersiapkan.
Bagi Karmidi, bantuan tersebut menjadi harapan baru untuk membangun usaha yang dapat menopang kebutuhan rumah tangga. Meski memiliki keterbatasan fisik sebagai penyandang disabilitas daksa, semangatnya untuk mandiri dan produktif tidak pernah surut.
Melalui budidaya jamur tiram, ia berharap dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Rasa syukur atas bantuan yang diterima disampaikan langsung oleh Endang. Ia mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan Laznas LMI kepada keluarganya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada LMI yang sudah membantu kami memberikan bantuan modal usaha jamur tiram ini,” ucap Endang.
“Semoga usaha ini bisa kami manfaatkan untuk keluarga kami,” sambungnya usai rampung menata seluruh baglog jamur pada rak budidaya.
Program pemberdayaan ekonomi seperti ini dinilai memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan bantuan konsumtif. Selain membantu meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, program usaha produktif juga berpotensi menciptakan lapangan usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Budidaya jamur tiram sendiri menjadi salah satu sektor usaha yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar relatif stabil dan dapat dijalankan dengan modal yang terjangkau. Dengan pendampingan yang tepat, usaha tersebut berpotensi berkembang menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat.
Laznas LMI berharap bantuan modal usaha yang diberikan dapat menjadi pijakan awal bagi Karmidi dan keluarganya untuk membangun kemandirian ekonomi dalam jangka panjang. Dukungan para donatur dan berbagai pihak juga diharapkan terus mengalir agar semakin banyak masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan mengembangkan usaha produktif.
Ke depan, program pemberdayaan seperti ini akan terus menjadi salah satu fokus Laznas LMI dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri. Melalui kolaborasi antara lembaga, donatur, dan penerima manfaat, semakin banyak masyarakat diharapkan mampu mewujudkan impian memiliki usaha yang berkelanjutan dan kehidupan yang lebih sejahtera. [fiq/beq]






