Tulungagung (beritajatim.com) – Puluhan pelajar di Tulungagung terjaring dalam razia. Mereka kedapatan asyik nongkrong di sejumlah warung kopi dan kafe, dengan masih mengenakan seragam sekolah. Petugas gabungan yang melakukan razia melakukan pembinaan ditempat. Para pelajar ini juga dilakukan pendataan dan namanya diserahkan ke Dinas Pendidikan Tulungagung.
Kasi Pengendalian Operasional Satpol PP Tulungagung, Antas Nasa Nugraha mengatakan, razia pelajar dilakukan oleh petugas Satpol PP Tulungagung, Polres Tulungagung dan Dinas Pendidikan. Adapun sasaranya adalah pelajar yang bolos saat jam sekolah.
“Kami melakukan razia pelajar yang bolos sekolah kedapatan ngopi di tempat umum,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Razia dilakukan setelah petugas mendapat aduan dari masyarakat bahwa banyak pelajar bolos sekolah dan nongkrong di warung kopi saat jam sekolah. Mereka juga masih mengenakan pakaian sekolah di warung kopi dan kafe. “Tadi ada sebanyak lima warung kopi yang kami datangi untuk mencari pelajar bolos sekolah,” terangnya.
Dalam razia ini terdapat 23 pelajar yang terjaring petugas gabungan. Dari 23 pelajar yang terjaring razia ternyata didominasi oleh pelajar SMP di Tulungagung. Sisanya merupakan pelajar tingkat SMA dan SMK.
“Paling banyak pelajar yang terjaring razia adalah siswa SMP yakni 15 orang,” paparnya.
Pelajar yang terjaring razia dilakukan pembinaan di tempat. Petugas juga mendata asal sekolah masing-masing pelajar yang terjaring razia.
“Kami lakukan pendataan dan pembinaan di tempat. Data ini akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan agar memanggil pihak sekolah yang bersangkutan,” ungkapnya.
Razia pelajar akan rutin dilakukan petugas. Mengingat banyak aduan dari masyarakat terkait pelajar bolos sekolah di warung kopi. “Karena ini mau libur sekolah, razia akan kami lakukan setelah masuk sekolah. Kami juga lakukan razia rutin secara berkala,” pungkasnya. [nm]






