Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) untuk merancang kebijakan pengentasan kemiskinan berbasis riset.
Kesepakatan kerja sama bidang penelitian dan pengabdian masyarakat ini ditandatangani di Aula Fadjar Notonegoro FEB Unair, Jumat (12/6/2026).
Bupati Jember Muhammad Fawait memboyong seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, hingga pimpinan rumah sakit. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah merumuskan program berbasis data.
“Kita punya masalah kemiskinan. Kita ingin buat kebijakan yang konkret dan berdasar, makanya kita mengajak FEB bekerja sama sebagai dasar pembuatan program,” ucap Fawait.
Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember 2027 menjadi target terdekat implementasi kerja sama. Kajian akademik menjadi pedoman agar program berjalan terarah.
“Riset itu menjadi pondasi kebijakan agar tidak melenceng dari kaidah yang ada, karena kebijakan yang baik adalah kebijakan yang terencana,” kata bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini.
Sementara itu, Dekan FEB Unair Prof. Rudi Purwono menyiapkan tenaga akademisi sesuai bidang keilmuan. Mereka siap membedah berbagai persoalan mulai aktivitas ekonomi hingga tata kelola pemerintahan.
“Kalau berkaitan dengan pengembangan aktivitas ekonomi maka dilaksanakan dosen ilmu ekonomi. Pengembangan tata kelola bisnis oleh dosen manajemen dan akuntansi,” ungkap Rudi.
Proses pengkajian di lapangan nantinya juga tidak melulu mengandalkan dosen pakar. Pihak kampus turut menerjunkan mahasiswa untuk berpartisipasi langsung mengumpulkan data pendukung.
“Untuk peningkatan kemampuan mahasiswa, mereka juga kita libatkan. Tapi dalam batas sebagai pendukung dalam proses penelitian,” jelasnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan melahirkan gebrakan nyata. Target akhirnya mempercepat akselerasi pembangunan Kabupaten Jember menuju cita-cita Indonesia Maju 2045. [ipl/ted]






