Ringkasan Berita
Liga Persik Kediri 2026 resmi diluncurkan di UNP Kediri.
Kompetisi menjadi wadah pembinaan pemain kelompok usia U-15 dan U-17.
Persik Kediri menargetkan lahirnya talenta lokal menuju level profesional.
Kick off Liga Persik 2026 dijadwalkan berlangsung 14 Juni 2026.
Kediri (beritajatim.com) – Liga Persik Kediri 2026 resmi digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Kediri Raya. Peluncuran kompetisi berlangsung di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI Kediri dan dihadiri seluruh tim peserta.
Kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pemain muda berbakat sekaligus memperkuat sistem pembinaan berjenjang yang dapat mengantarkan talenta lokal menuju level sepak bola profesional.
Liga Persik Jadi Fondasi Pembinaan Pemain Muda
Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menegaskan bahwa Liga Persik bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun masa depan sepak bola Kediri Raya.
Menurutnya, keberadaan liga usia muda sangat penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan dan terarah.
“Liga Persik musim 2026 ini kami harapkan menjadi salah satu fondasi awal untuk bersama-sama mengembangkan Persik Kediri dan talenta-talenta muda dari Kediri Raya,” ujarnya.
Farina menilai pembinaan usia dini merupakan investasi penting untuk menjaga keberlangsungan regenerasi pemain di Persik Kediri.
Apresiasi Dukungan Pemkot dan Pemkab Kediri
Dalam kesempatan tersebut, Farina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sepak bola, termasuk pembinaan pemain muda.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pembinaan di Kediri Raya.
“Sejak dulu dukungan dari pemerintah kota maupun kabupaten selalu mengalir untuk Persik Kediri. Tidak hanya untuk tim senior, tetapi juga dalam pengembangan usia dini di Kediri Raya,” katanya.
Kolaborasi dengan UNP Kediri Hadirkan Konsep Berbeda
Pelaksanaan Liga Persik 2026 juga melibatkan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri sebagai mitra strategis.
Farina mengungkapkan mahasiswa UNP Kediri ikut terlibat sebagai Local Organizing Committee (LOC) dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Keterlibatan mahasiswa menghadirkan berbagai ide kreatif, termasuk konsep seremoni pembukaan yang digelar di auditorium, berbeda dari pembukaan kompetisi sepak bola yang biasanya berlangsung di lapangan.
“Idenya agar seluruh klub bisa saling mengenal, menunjukkan identitas masing-masing, dan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menendang bola, tetapi juga banyak disiplin ilmu dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari,” ungkapnya.
Sepak Bola Ajarkan Nilai Kehidupan
Farina menekankan bahwa sepak bola tidak hanya berbicara tentang kemenangan dan prestasi semata.
Menurutnya, olahraga ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan menghargai sesama.
Karena itu, seluruh peserta diminta menikmati kompetisi dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana ketika kompetisi selesai kita memiliki lebih banyak teman,” pesannya.
Kompetisi Usia Muda Jadi Investasi Jangka Panjang
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kediri, Samsul Bahri, mengapresiasi terselenggaranya Liga Persik Kediri 2026.
Ia menilai kompetisi kelompok usia merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem pembinaan sepak bola yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kita memahami bahwa untuk mencetak pemain berkualitas dibutuhkan proses yang tidak instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan didukung kompetisi yang konsisten,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi kelompok usia U-15 dan U-17 menjadi ruang penting bagi pemain muda untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun mental bertanding.
Persiapkan Pemain Menuju Level Lebih Tinggi
Selain mengasah keterampilan individu, format kompetisi liga juga mendorong klub-klub peserta untuk mengelola tim secara lebih profesional.
Mulai dari penyusunan program latihan, strategi pertandingan, rotasi pemain, hingga menjaga kondisi fisik atlet dilakukan secara berkelanjutan sepanjang kompetisi.
Samsul Bahri menyebut sistem tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan pemain yang siap menghadapi level kompetisi lebih tinggi.
“Pada akhirnya para pemain ini dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju Persik Kediri,” katanya.
Jadi Basis Data Talenta Sepak Bola Kediri
Liga Persik Kediri 2026 juga diharapkan menjadi sarana identifikasi dan pendataan pemain muda potensial dari berbagai wilayah di Kediri Raya.
Keberadaan kompetisi yang berlangsung secara rutin akan mempermudah proses pemantauan bakat sekaligus membuka peluang bagi pemain terbaik untuk masuk dalam program pembinaan yang lebih tinggi.
Samsul berharap dari kompetisi tersebut lahir pemain-pemain muda asli Kediri yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga profesional.
“Semoga dari kompetisi ini lahir talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kediri di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan panitia, kick off Liga Persik Kediri 2026 akan mulai berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026, dengan melibatkan klub-klub peserta dari berbagai wilayah di Kediri Raya. [nm/ted]






