Malang (beritajatim.com) – Perkembangan harga komoditas pangan di Pasar Besar Kota Malang menunjukkan tren penurunan yang positif pada hari ini. Berdasarkan pantauan terbaru, harga tiga jenis cabai utama yang sempat melambung kini mulai berangsur turun dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
Kondisi ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi para pedagang dan konsumen di Kota Malang yang sebelumnya harus beradaptasi dengan tingginya harga bumbu dapur utama tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari papan pemantauan harga di Pasar Besar Malang, komoditas cabai merah keriting yang kemarin berada di angka Rp46.377 per kilogram kini sedikit turun menjadi Rp46.113 per kilogram, atau mengalami penurunan sebesar Rp264.
Langkah penurunan yang lebih terasa terjadi pada cabai merah besar, di mana harga yang sebelumnya mencapai Rp50.136 per kilogram, hari ini berhasil turun sebanyak Rp1.040 hingga menyentuh angka Rp49.096 per kilogram.
Sementara itu, penurunan paling signifikan mencatatkan angka Rp1.895 pada komoditas cabai rawit merah, yang mana pada hari kemarin masih bertengger di harga Rp62.988 per kilogram, namun hari ini sudah bisa dibeli dengan harga Rp61.093 per kilogram.
Meski grafik menunjukkan tren penurunan, harga saat ini dinilai masih relatif tinggi bagi sebagian besar konsumen, terutama para pelaku usaha makanan yang bergantung pada bahan baku pedas ini.
Rezki, atau yang akrab disapa Kiki, salah seorang pelanggan setia di Pasar Besar Malang yang mengelola usaha warung makan pedas, membagikan keluh kesahnya saat ditemui di lokasi belanja.
“Kalau dilihat dari angkanya memang turun, Mas. Kayak cabai rawit ini kan lumayan turun seribuan lebih. Tapi jujur, di dompet kita yang modalnya mepet buat usaha FnB, harga Rp61 ribu per kilo itu masih kerasa banget mahalnya. Normalnya kan biasanya di bawah itu,” ujar perempuan 37 tahun tersebut.
Menurutnya penurunan hari ini belum terlalu berdampak besar untuk pengeluaran. Ia berharap ke depan akan ada penurunan harga kembali dan bisa normal kembali.
“Belum terlalu ngaruh signifikan sih. Karena cabai itu kan kebutuhan pokok warung saya, gak bisa dikurangi takarannya nanti pelanggan protes kalau kurang pedas. Jadi ya, meskipun turun sedikit, kami masih harus pintar-pintar memutar otak biar gak rugi. Harapan saya ya bisa secepatnya turun lagi ke harga normal, biar belanjanya gak megap-megap,” katanya menutup. (dan/ted)






