Ringkasan Berita
- Warga Campurejo mengalami krisis air bersih akibat gangguan layanan PDAM.
- Pasokan air terhenti sejak tengah malam karena perbaikan pompa produksi.
- Warga mengantre bantuan air bersih yang didistribusikan menggunakan truk tangki.
- Distribusi air dinilai belum merata dan sejumlah RT belum terlayani.
Kediri (beritajatim.com) – Krisis air bersih Campurejo Kediri memicu keluhan warga setelah pasokan air dari PDAM Kota Kediri terhenti. Gangguan layanan tersebut terjadi akibat proses perbaikan pompa produksi yang hingga kini belum selesai dilakukan.
Akibatnya, ratusan warga di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, terpaksa mengandalkan bantuan air bersih yang didistribusikan menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga terlihat mengantre dengan membawa berbagai wadah penampung air di titik-titik distribusi yang telah disiapkan.
Gangguan Terjadi Sejak Tengah Malam
Gangguan layanan air bersih dilaporkan mulai terjadi sejak tengah malam dan berdampak pada sejumlah kawasan permukiman di Kelurahan Campurejo.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, terutama untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan air minum.
Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran warga karena belum ada kepastian kapan aliran air akan kembali normal.
Warga Minta Pemkot Bergerak Cepat
Tokoh Komunitas Peduli Kediri (KPK), Roy Kurnia, mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terkait terhentinya pasokan air bersih tersebut.
Ia kemudian menyampaikan keluhan warga kepada sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kediri melalui pesan berantai dan grup komunikasi daring.
“Mohon perhatian secepatnya dari Wali Kota Kediri. Air PDAM di wilayah Campurejo sudah mati sejak tengah malam dan sampai sekarang belum mengalir,” ujar Roy kepada beritajatim.com, pada Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, penanganan cepat sangat dibutuhkan karena air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.
Usulkan Penambahan Distribusi Air Tangki
Selain meminta percepatan perbaikan layanan PDAM, Roy juga mendesak pemerintah untuk menambah armada distribusi air bersih di wilayah terdampak.
Ia menyebut kebutuhan air warga semakin mendesak, terutama untuk konsumsi dan kebutuhan rumah tangga harian.
“Tolong warga segera didroping air tangki dan ditempatkan di dekat Musholla Tulus Al-Ikhlas, belakang Kantor Kelurahan Campurejo,” katanya.
Menurut Roy, lokasi tersebut dinilai strategis dan mudah dijangkau warga yang membutuhkan bantuan air bersih.
Dorong Solusi Jangka Panjang
Roy menilai persoalan gangguan air bersih di kawasan Campurejo bukan pertama kali terjadi.
Karena itu, selain penanganan darurat, ia mengusulkan adanya solusi permanen guna mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan sumur darurat di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Campurejo.
“Kalau pasokan dari rumah pompa sudah tidak mencukupi, Pemkot perlu membuat sumur darurat agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan sumber air alternatif dapat menjadi cadangan ketika terjadi gangguan pada sistem distribusi utama.
Distribusi Bantuan Dinilai Belum Merata
Di tengah upaya penyaluran bantuan air bersih, Roy mengungkapkan masih terdapat sejumlah wilayah yang belum mendapatkan distribusi air tangki.
Beberapa RT disebut masih menunggu giliran bantuan meskipun gangguan layanan sudah berlangsung cukup lama.
“Sampai sekarang RT kami belum mendapat droping. Perlu tambahan armada dari Damkar, DLHKP, bahkan water canon jika diperlukan untuk mempercepat distribusi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh instansi terkait dapat berkolaborasi agar kebutuhan air masyarakat segera terpenuhi secara merata.
Warga Prihatin Harus Antre Air Bersih
Roy juga mengaku prihatin melihat kondisi warga yang harus mengantre air bersih di tengah cuaca panas dan aktivitas harian yang tetap berjalan.
Menurutnya, para pelanggan PDAM selama ini tetap memenuhi kewajiban pembayaran rekening air setiap bulan, termasuk dikenakan denda apabila terlambat membayar.
Karena itu, ia berharap pelayanan kepada masyarakat dapat segera dipulihkan agar aktivitas warga kembali normal.
PDAM Lakukan Distribusi Air Darurat
Sementara itu, melalui kanal layanan resminya, PDAM Kota Kediri menyampaikan bahwa distribusi bantuan air bersih telah dilakukan di sejumlah titik wilayah yang terdampak gangguan pasokan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai solusi sementara selama proses perbaikan pompa produksi berlangsung.
PDAM juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan dan distribusi air agar layanan dapat segera kembali normal serta kebutuhan masyarakat tetap terlayani selama masa perbaikan berlangsung. [nm/aje]






