RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari 14 kloter mulai bergeser dari Makkah ke Madinah.
- Pendorongan jemaah haji dilakukan secara terjadwal mulai pukul 07.00 hingga maksimal pukul 18.00 WAS.
- PPIH Arab Saudi melarang perjalanan bus malam hari dari titik start Makkah guna menjaga keselamatan jemaah.
- Manajemen syarikah menetapkan armada bus wajib bersiap di depan hotel empat jam sebelum jadwal keberangkatan.
Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi memulai fase pendorongan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah pada Minggu (7/6/2026).
Untuk tahap pertama, sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) yang mengangkut estimasi total 5.499 jemaah diberangkatkan secara terstruktur guna menjalani ibadah Arbain serta ziarah di Kota Nabi sebelum jadwal kepulangan ke Tanah Air.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa proses pergerakan antarkota ini dikawal ketat secara berkala. Manajemen transportasi menetapkan batas waktu keberangkatan yang tegas guna meminimalkan risiko kelelahan fisik jemaah di rute perjalanan.
“Fase pendorongan jemaah haji dari Makkah ke Madinah dilakukan secara terjadwal, mulai jam 7.00 Waktu Arab Saudi hingga terakhir pemberangkatan pukul 18.00 WAS. Tidak ada perjalanan malam. Kecuali kalau waktu sampai ke Madinah mungkin malam. Kalau yang start dari sininya sore gitu,” terang Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, kepada Tim MCH di Makkah.
Guna menjamin kelancaran arus logistik, Daker Makkah menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) administratif yang ketat bagi seluruh kloter gelombang kedua. Penataan ini mewajibkan seluruh paspor, berkas kesehatan, dan kelengkapan manifes jemaah telah diverifikasi serta dikonsolidasikan oleh petugas sektor bersama pengurus makraz atau pihak syarikah (perusahaan mitra Saudi) satu hari sebelum jadwal keberangkatan.
Sistem pengawasan manifes ini mengadopsi pola yang serupa dengan fase kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah pada awal musim perhajian lalu. Ketepatan data dokumen menjadi jangkar utama agar rombongan tidak tertahan di pos pemeriksaan checkpoint imigrasi.
“Modelnya sama, seperti halnya kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah pada saat kedatangan. Sehari sebelum pemberangkatan, dokumen jemaah, terutama kloter-kloter awal yang dijadwalkan berangkat sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang ada di syarikah,” jelas Ihsan Faisal.
Manajemen angkutan bus juga diatur secara rigid demi menghindari penumpukan massa di area lobi hotel pemondokan. Syarikah menginstruksikan armada bus penjemput untuk parkir dan bersiap di depan pintu utama pemondokan jemaah paling lambat empat jam sebelum sirine tanda berangkat berbunyi.
Secara simultan, seluruh koper besar milik jemaah akan diangkut menggunakan armada truk kargo khusus yang terpisah dari bus penumpang. Strategi pemisahan ini diambil agar jemaah dapat duduk dengan ruang gerak yang nyaman tanpa terganggu tumpukan tas kabin selama menempuh jalur darat Makkah-Madinah. Setelah verifikasi dokumen operasional dan koper dinyatakan beres oleh petugas, bus baru diizinkan melaju sesuai timeline makro yang telah disusun Kemenhaj RI.
Berdasarkan data taktis sebaran kloter, berikut adalah 14 kelompok terbang yang resmi diberangkatkan menuju Madinah per hari ini:
- Wilayah Jakarta & Jawa Barat: Kloter JKG 18 dan KJT 21.
- Wilayah Jawa Timur (Surabaya): Kloter SUB 57, SUB 58, SUB 59, SUB 60, dan SUB 62.
- Wilayah Jawa Tengah & Yogyakarta: Kloter SOC 44 dan SOC 45.
- Wilayah Sumatera & Luar Jawa: Kloter JKS 13, LOP 12 (Lombok), UPG 22 (Makassar), BTJ 2 (Aceh), dan PDG 12 (Padang). [ian/MCH]






