Ringkasan Berita:
- Kandang ayam di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terbakar pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.
- Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 01.00 WIB dan menghanguskan area sekitar 20 x 20 meter.
- Petugas gabungan membutuhkan waktu hampir lima jam untuk memadamkan api karena bangunan terbuat dari material yang mudah terbakar.
- Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, sementara penyebab kebakaran dan nilai kerugian masih dalam pendataan.
Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah kandang ayam di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, terbakar pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu menghanguskan area seluas kurang lebih 20 x 20 meter dan membutuhkan proses pemadaman selama hampir lima jam.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga yang melihat kobaran api membesar dari area kandang ternak. Menyadari potensi bahaya yang dapat meluas, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
Komandan Pos 1 Mojoanyar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami menerima laporan dari warga terkait kebakaran kandang ternak ayam di Desa Pandankrajan,” ungkap Sukamto.
Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pembasahan guna mencegah api kembali menyala. Kondisi bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.
Menurut Sukamto, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 20 x 20 meter. Selain personel BPBD Kabupaten Mojokerto, proses penanganan juga mendapat dukungan dari satu unit pemadam kebakaran milik PG Gempolkrep.
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran PG Gempolkrep, anggota Polsek Kemlagi, Koramil setempat, relawan, serta warga sekitar bekerja bersama untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke area lain.
“Petugas juga dibantu anggota Polsek dan Koramil setempat, potensi relawan, serta warga sekitar. Petugas membutuhkan waktu beberapa jam untuk mengendalikan api karena besarnya area yang terbakar. Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh, api akhirnya berhasil dipadamkan,” katanya.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.45 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
BPBD Kabupaten Mojokerto memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan pendataan oleh pihak terkait. Nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut juga masih dihitung.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegas Sukamto. [tin/beq]






