Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah derasnya arus digitalisasi, perusahaan saat ini dibanjiri berbagai jenis data setiap hari. Mulai dari transaksi pelanggan, aktivitas media sosial, penggunaan aplikasi, hingga data operasional dan aktivitas karyawan. Namun, melimpahnya data belum tentu menghasilkan keputusan yang tepat apabila tidak diiringi dengan pola pikir berbasis data atau data mindset.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam materi Data Mindset: Cara Simpel Memahami Dunia Data yang disampaikan oleh Alief Hermawan, Chief Regional Data Strategic PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, dalam rangkaian AI & Data Analytics Series 2026.
Data Melimpah, Insight Masih Terbatas
Fenomena yang banyak terjadi saat ini adalah perusahaan memiliki data dalam jumlah besar, tetapi kesulitan mengubahnya menjadi wawasan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan strategis.
Padahal, organisasi yang mampu memanfaatkan data dengan baik memiliki berbagai keunggulan, seperti lebih cepat mengambil keputusan, lebih akurat memahami kebutuhan pelanggan, lebih efisien dalam operasional, serta lebih mudah melihat peluang bisnis baru.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa insight tidak hanya berasal dari data semata. Insight terbentuk dari kombinasi data, analisis, konteks, dan tindakan nyata yang dilakukan berdasarkan hasil analisis tersebut.
Data Bukan Sekadar Angka
Banyak orang sebenarnya telah menggunakan data dalam kehidupan sehari-hari tanpa menyadarinya. Misalnya membandingkan harga sebelum membeli barang, memantau pengeluaran bulanan, memperhatikan performa bisnis, hingga menggunakan aplikasi navigasi untuk menentukan rute perjalanan terbaik.
Meski demikian, masih banyak keputusan yang diambil berdasarkan asumsi atau intuisi semata. Padahal, keputusan yang didukung data cenderung lebih objektif dan memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.
[irp posts=”1514595″ ]
Memahami Hierarki Nilai Data
Dalam pengelolaan data, terdapat tahapan yang menunjukkan bagaimana data dapat berkembang menjadi informasi yang bernilai.
Tahapan tersebut meliputi:
Data yakni fakta mentah yang belum diolah.
Informasi yakni data yang telah diproses dan memiliki makna.
Insight yakni pemahaman yang mampu menjelaskan penyebab suatu fenomena.
Action yakni tindakan nyata yang diambil berdasarkan insight.
Nilai terbesar dari data muncul ketika organisasi mampu mengubahnya menjadi tindakan yang memberikan dampak positif bagi bisnis.
Data mindset merupakan pola pikir yang mendorong seseorang menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Seseorang yang memiliki data mindset tidak hanya melihat angka, tetapi juga berusaha memahami pola, menemukan hubungan antarvariabel, serta mencari alasan di balik suatu kejadian.
Pendekatan ini membantu organisasi mengurangi keputusan yang didasarkan pada asumsi semata dan menggantinya dengan keputusan yang lebih terukur.
Empat Karakteristik Utama Data Mindset
Agar mampu memanfaatkan data secara optimal, terdapat empat karakteristik utama yang perlu dimiliki:
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu bertanya mengenai alasan di balik suatu fenomena.
2. Mengutamakan fakta dibandingkan opini atau asumsi pribadi.
3. Mampu menganalisis hubungan antar data dan melihat keterkaitan berbagai faktor.
4. Menggunakan hasil analisis untuk menghasilkan tindakan nyata yang memberikan dampak positif.
Empat Langkah Membaca Data Secara Efektif
“Untuk memperoleh insight yang berkualitas, terdapat empat langkah sederhana yang dapat diterapkan yakni pahami pertanyaannya, sebelum melihat data, tentukan terlebih dahulu masalah yang ingin dijawab. Dari angka utama fokus pada indikator yang paling relevan dengan tujuan analisis selanjutnya identifikasi pola dan perhatikan tren, kenaikan, penurunan, maupun anomali yang muncul dan terakhir cari penyebabnya,”
Analisis faktor yang memengaruhi perubahan dan gunakan hasilnya sebagai dasar rekomendasi.
Studi Kasus: Penurunan Penjualan
Materi ini juga menampilkan contoh sederhana mengenai penurunan penjualan.
Ketika penjualan turun, organisasi tidak cukup hanya mengetahui angka penurunannya. Perusahaan perlu menggali lebih dalam penyebab yang mendasarinya, seperti perubahan perilaku pelanggan, strategi pemasaran yang kurang efektif, atau munculnya kompetitor baru.
Dengan memahami penyebab utama, perusahaan dapat menyusun tindakan yang lebih tepat dan efektif.
[irp posts=”1514593″ ]
Hindari Empat Kesalahan Analisis Data
Dalam proses analisis, terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi, antara lain:
Mengumpulkan data terlalu banyak tanpa tujuan yang jelas.
Hanya fokus pada satu angka tanpa melihat konteks secara menyeluruh.
Menarik kesimpulan terlalu cepat.
Mengabaikan visualisasi data yang dapat membantu memahami informasi dengan lebih mudah.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan keputusan yang kurang tepat meskipun organisasi memiliki data yang melimpah.
AI dan Data Harus Berjalan Bersama
Di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), data menjadi bahan bakar utama yang menentukan kualitas hasil analisis dan rekomendasi yang diberikan teknologi.
Mesin memiliki kemampuan memproses data dalam jumlah besar dengan sangat cepat. Namun, manusia tetap memegang peran penting dalam memberikan konteks, memahami tujuan bisnis, serta menentukan tindakan yang harus diambil.
Karena itu, kombinasi antara kemampuan teknologi dan pemahaman manusia menjadi kunci keberhasilan organisasi modern.
Membangun Budaya Berbasis Data
Membangun data mindset tidak dapat dilakukan secara instan. Organisasi perlu membiasakan diri menggunakan data dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mengajukan pertanyaan berbasis data, melakukan evaluasi rutin, hingga membangun kebiasaan mengambil keputusan berdasarkan fakta.
Ketika budaya ini terbentuk, perusahaan akan lebih siap menghadapi perubahan, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan. [aje]






