Ringkasan Berita:
- Jombang menerima insentif fiskal Rp1 miliar setelah meraih penghargaan Terbaik 3 Penurunan Tingkat Pengangguran Regional Jawa-Bali 2026.
- Penghargaan diberikan atas keberhasilan Pemkab Jombang menekan angka pengangguran melalui program ketenagakerjaan yang terukur.
- Dana insentif akan difokuskan untuk penciptaan lapangan kerja, pelatihan kompetensi pemuda, dan penguatan UMKM.
Jombang (beritajatim.com) – Kabupaten Jombang menerima dana insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Pusat setelah berhasil meraih penghargaan sebagai Terbaik 3 Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kabupaten se-Regional Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Jombang Warsubi pada malam puncak penganugerahan yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026) malam.
Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, menjadi bentuk pengakuan nasional atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai program ketenagakerjaan yang terukur dan berkelanjutan.
Selain membawa pulang trofi penghargaan, capaian tersebut juga memberikan manfaat nyata bagi daerah melalui dana insentif fiskal senilai Rp1 miliar. Dana tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai berhasil menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
Berdasarkan penilaian tim ahli, Kabupaten Jombang unggul dalam sejumlah aspek strategis. Di antaranya perencanaan ketenagakerjaan yang matang dan berkelanjutan, keberpihakan APBD terhadap program penurunan pengangguran, keberhasilan menekan angka pengangguran berbasis data terpadu Badan Pusat Statistik (BPS), serta inovasi daerah dalam menciptakan dan memperluas lapangan kerja.
Di tingkat Regional Jawa-Bali, Jombang berhasil masuk tiga besar bersama Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Kulon Progo. Prestasi tersebut menempatkan Jombang sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam bidang ketenagakerjaan.
Ajang penghargaan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Metro TV itu juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemberian insentif fiskal bertujuan mendorong kompetisi yang sehat antar daerah sekaligus memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang memiliki rekam jejak kinerja yang baik.
Sementara itu, tuan rumah acara, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan bahwa penghargaan yang diterima daerah bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.
“Kepada para peraih penghargaan saya menyampaikan selamat yang sebesar-besarnya. Apa yang telah bapak dan ibu lakukan di masing-masing daerah bukan hanya prestasi melainkan inspirasi nyata bagi Indonesia,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Usai menerima penghargaan, Bupati Warsubi menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Kabupaten Jombang. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah wujud nyata dari kerja keras, gotong royong, dan sinergi seluruh elemen masyarakat serta jajaran Pemkab Jombang. Penghargaan ini seutuhnya milik warga Jombang,” ujarnya.
Mengenai dana insentif fiskal sebesar Rp1 miliar yang diamanahkan oleh pemerintah pusat, akan dialokasikan kembali secara tepat sasaran dan akuntabel. Dana itu difokuskan untuk memperluas lapangan kerja baru, meningkatkan pelatihan kompetensi pemuda, serta memperkuat UMKM daerah.
“Prestasi ini bukan akhir, melainkan energi baru bagi kami untuk terus hadir memberikan solusi nyata demi kesejahteraan masyarakat Jombang. Mohon juga dukungan masyarakat Jombang agar Jombang tetap kondusif dan nyaman bagi investor,” lanjut Bupati Warsubi.
Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen mengalokasikan dana insentif fiskal tersebut untuk mempercepat program penyerapan tenaga kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta pemberian stimulus bagi sektor ekonomi daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga tren penurunan pengangguran sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Jombang di masa mendatang. [suf]






