Surabaya (beritajatim.com) – New York Knicks membuka Final NBA 2026 dengan hasil sempurna setelah mencuri kemenangan penting di kandang San Antonio Spurs. Bermain di hadapan publik Spurs pada Rabu malam waktu setempat, Knicks bangkit dari ketertinggalan 14 poin sebelum menutup laga dengan kemenangan 105-95 pada Game 1.
Kemenangan ini menjadi langkah awal yang sangat berharga bagi Knicks dalam perburuan gelar NBA pertama mereka dalam lebih dari lima dekade. Selain merebut keunggulan 1-0 dalam seri best-of-seven, New York juga berhasil merebut keuntungan kandang dari Spurs.
Sosok yang kembali menjadi pembeda adalah Jalen Brunson. Guard andalan Knicks tampil gemilang dengan mencetak 30 poin, termasuk 13 poin krusial pada kuarter keempat saat timnya membalikkan keadaan. Brunson memastikan kemenangan lewat tembakan jumper berputar yang masuk saat pertandingan menyisakan 38 detik.
Pelatih Knicks Mike Brown memberikan apresiasi tinggi terhadap performa pemain bintangnya tersebut. Menurutnya, Brunson selalu mampu tampil dalam momen-momen penting dan menunjukkan kualitas seorang pemain paling berharga.
Selain Brunson, kontribusi besar juga datang dari Karl-Anthony Towns yang membukukan double-double dengan 18 poin dan 12 rebound. OG Anunoby turut menyumbang 17 poin untuk membantu Knicks mempertahankan tren positif mereka di babak playoff.
Kemenangan atas Spurs sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Knicks di playoff menjadi 12 pertandingan. Catatan tersebut menempatkan New York sebagai tim ketiga dalam sejarah NBA yang mampu meraih 12 kemenangan beruntun dalam satu postseason.
Tak hanya itu, Knicks juga mencatat sejarah baru dengan menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Spurs pada Game 1 Final NBA. Sebelumnya, San Antonio selalu menang dalam enam penampilan pertama mereka di laga pembuka final.
Meski sempat unggul nyaman, Spurs gagal mempertahankan momentum. Tim tuan rumah bahkan sempat memimpin hingga 14 poin pada pertengahan kuarter ketiga sebelum Knicks mulai memangkas selisih angka secara perlahan.
New York kemudian menutup kuarter ketiga dengan laju 22-9 yang membuat skor kembali imbang 76-76. Momentum tersebut berlanjut hingga kuarter terakhir ketika Knicks tampil lebih efektif di kedua sisi lapangan.
San Antonio sebenarnya sempat kembali unggul tipis 95-94 setelah Victor Wembanyama memasukkan dua lemparan bebas saat pertandingan menyisakan lebih dari dua menit. Namun, Brunson langsung merespons melalui tembakan tiga angka yang membawa Knicks kembali memimpin dan tidak pernah lagi tersalip hingga laga berakhir.
Di kubu Spurs, Victor Wembanyama menorehkan double-double dengan 26 poin dan 12 rebound dalam debutnya di Final NBA. Namun efisiensi tembakannya menjadi sorotan setelah hanya mampu memasukkan enam dari 21 percobaan dari lapangan.
Stephon Castle menambahkan 17 poin, sementara Julian Champagnie dan Dylan Harper masing-masing menyumbang 16 poin. Seusai pertandingan, Wembanyama mengakui dirinya tidak tampil sesuai harapan dan menilai performanya menjadi salah satu faktor kekalahan Spurs.
Kekalahan ini juga mengakhiri salah satu rekor unik milik San Antonio. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Spurs tertinggal dalam seri Final NBA sebelum pertandingan penentuan berlangsung.
Meski demikian, peluang San Antonio masih terbuka lebar karena seri baru berjalan satu pertandingan. Game 2 akan kembali digelar di San Antonio pada Jumat waktu setempat, di mana Spurs berusaha menyamakan kedudukan sebelum seri berpindah ke markas Knicks.
Sementara itu, kemenangan pada laga pembuka membuat New York kini hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian panjang selama 53 tahun dan kembali mengangkat trofi juara NBA. (aga)






