Ringkasan Berita:
- Sebanyak 196 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blitar telah selesai dibangun 100 persen.
- Dari ratusan gerai tersebut, baru satu gerai di Desa Pasirharjo yang menjalani uji coba operasional.
- Pemkab Blitar menemukan sejumlah kendala, mulai dari kehabisan kertas struk hingga fasilitas dasar yang belum lengkap.
- KDMP Pasirharjo dijadikan proyek percontohan untuk mengevaluasi kesiapan operasional sebelum gerai lain dibuka.
Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 196 bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blitar telah rampung dibangun. Namun, dari ratusan gerai yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa tersebut, baru satu gerai yang beroperasi melalui skema uji coba dan langsung menemukan berbagai kendala teknis di lapangan.
Gerai yang telah menjalani uji coba operasional berada di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Temuan awal dari operasional gerai ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Blitar sebelum membuka gerai-gerai lainnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, mengaku menemukan kendala saat melakukan peninjauan ke lokasi pada akhir pekan lalu.
Saat melakukan pemantauan sekaligus membeli satu kardus minyak goreng, Sri tidak memperoleh bukti transaksi karena petugas kasir kehabisan kertas struk untuk mencetak nota pembelian.
“Kami ingin melihat permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan agar bisa segera disampaikan dan dicarikan solusinya sebelum gerai lain dibuka. Termasuk soal struk ini, menjadi catatan evaluasi yang akan kami utarakan pada rapat dengan pihak Agrinas,” ungkap Sri Wahyuni.
Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kesiapan operasional KDMP masih membutuhkan sejumlah pembenahan. Pembangunan fisik gerai yang berjalan cepat ternyata belum sepenuhnya diikuti kesiapan sarana pendukung dan sistem operasional.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, dari total target 248 KDMP, sebanyak 196 gerai telah selesai dibangun 100 persen. Sementara itu, 42 gerai lainnya masih dalam tahap penyelesaian konstruksi.
Kabupaten Blitar bahkan tercatat sebagai daerah dengan jumlah peluncuran KDMP terbanyak secara nasional. Sebanyak 72 gerai diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Meski demikian, peluncuran secara simbolis tersebut belum sejalan dengan kesiapan operasional di lapangan.
Saat ini baru 13 KDMP yang telah memperoleh akses dan persetujuan melalui sistem Agrinas. Namun Pemerintah Kabupaten Blitar memilih belum membuka operasional gerai-gerai tersebut karena sejumlah fasilitas dasar masih belum memadai.
Beberapa gerai diketahui belum memiliki jaringan air bersih, pompa air, rak penyimpanan barang, hingga fasilitas toko lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin toko dibuka tetapi fasilitas dasarnya belum siap. Prinsipnya, begitu dibuka harus langsung bisa melayani masyarakat dengan baik,” tegas Sri.
Selain persoalan sarana dan prasarana, tantangan juga muncul dari sisi administrasi digital. Ribuan jenis barang yang akan dipasarkan harus terlebih dahulu melalui proses pendataan dan integrasi ke dalam sistem aplikasi terpusat milik PT Agrinas sebelum dapat dijual kepada konsumen.
Pemerintah Kabupaten Blitar kini menjadikan KDMP Desa Pasirharjo sebagai proyek percontohan sekaligus lokasi evaluasi berbagai persoalan operasional yang muncul selama masa uji coba.
Berbagai kendala yang ditemukan, mulai dari sistem aplikasi, pelayanan kasir, hingga kesiapan logistik dan fasilitas dasar, akan dipetakan melalui proses monitoring dan evaluasi secara bertahap.
Langkah tersebut dipilih agar pembukaan gerai-gerai lainnya tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sejak hari pertama operasional.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), program Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar untuk memperkuat ekonomi desa serta memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan layanan usaha produktif.
Karena itu, evaluasi menyeluruh dinilai penting agar ratusan bangunan yang telah berdiri tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Program ini merupakan program strategis nasional. Karena itu, kami berkomitmen mendukung penuh agar pelaksanaannya di Kabupaten Blitar berjalan sukses dan berkelanjutan,” pungkas Sri.
Keberhasilan pembenahan sistem dan operasional di KDMP Pasirharjo akan menjadi acuan bagi pembukaan gerai-gerai lainnya di Kabupaten Blitar. Masyarakat kini menantikan apakah proses evaluasi tersebut mampu mengubah ratusan gerai yang telah berdiri menjadi motor penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya. [owi/beq]






