Surabaya (beritajatim.com) – Tim Nasional Sepak Bola Qatar akan memulai kiprahnya di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadapi Tim Nasional Sepak Bola Swiss pada laga Grup B yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Amerika Serikat, Minggu (14 Juni 2026) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian pertama bagi juara Asia tersebut saat berhadapan dengan salah satu tim paling konsisten dari Eropa dalam satu dekade terakhir.
Di atas kertas, Swiss lebih diunggulkan. Namun Qatar datang dengan modal sebagai juara Piala Asia dan memiliki ambisi menghapus kenangan buruk saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, ketika mereka gagal meraih satu poin pun dari tiga pertandingan fase grup.
Situasi Grup B
Grup B dihuni oleh Qatar, Swiss, Kanada, dan Bosnia-Herzegovina. Banyak analis menilai Swiss sebagai favorit utama untuk menjuarai grup, sementara perebutan posisi kedua diperkirakan berlangsung ketat antara Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar.
Dalam format baru Piala Dunia 2026, dua tim teratas grup otomatis lolos ke babak 32 besar. Beberapa peringkat ketiga terbaik juga berpeluang melaju ke fase gugur.
Swiss Datang dengan Status Unggulan
Swiss memasuki turnamen dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Murat Yakin lolos ke Piala Dunia melalui kampanye kualifikasi yang impresif dan tidak terkalahkan. Mereka juga hanya kebobolan dua gol sepanjang fase kualifikasi.
Statistik Swiss Menjelang Piala Dunia 2026
- Peringkat FIFA: 19 dunia.
- Enam kali beruntun lolos ke Piala Dunia.
- Belum terkalahkan di kualifikasi.
- Hanya kebobolan dua gol sepanjang kualifikasi.
- Tiga kali mencapai perempat final Piala Dunia (1934, 1938, 1954).
Swiss masih mengandalkan kapten Granit Xhaka sebagai motor permainan. Selain itu terdapat Manuel Akanji, Remo Freuler, Dan Ndoye, Noah Okafor, hingga Johan Manzambi yang menjadi kombinasi pengalaman dan energi muda dalam skuad mereka.
Namun Swiss juga mendapat kabar kurang ideal menjelang turnamen. Penyerang utama Breel Embolo belum dapat bergabung dengan tim karena otorisasi perjalanannya ke Amerika Serikat sedang dalam proses peninjauan oleh otoritas setempat.
Qatar Mengandalkan Akram Afif
Di kubu Qatar, perhatian tertuju kepada Akram Afif. Penyerang berusia 29 tahun itu menjadi pemain paling berbahaya dalam skuad Julen Lopetegui dan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang kualifikasi AFC.
Qatar berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup A pada putaran akhir kualifikasi Asia. Mereka juga datang dengan status juara bertahan Piala Asia yang menunjukkan perkembangan signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
Statistik Qatar Menjelang Piala Dunia 2026
- Peringkat FIFA: 55 dunia.
- Juara Piala Asia.
- Juara Grup A putaran akhir Kualifikasi AFC.
- Akram Afif mencetak 12 gol selama kualifikasi.
- Belum pernah lolos dari fase grup Piala Dunia.
Pelatih Julen Lopetegui diperkirakan akan menerapkan strategi bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat yang dipimpin Afif. Taktik tersebut terbukti efektif saat Qatar menjuarai Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Head to Head
Menariknya, kedua tim jarang bertemu. Berdasarkan catatan pertandingan internasional, Qatar pernah mengalahkan Swiss dengan skor 1-0 dalam laga persahabatan pada November 2018. Itu menjadi satu-satunya kemenangan Qatar atas Swiss yang tercatat dalam pertemuan modern kedua negara.
Meski demikian, kondisi saat ini jauh berbeda. Swiss berkembang menjadi salah satu tim paling stabil di Eropa, sementara Qatar masih berusaha membuktikan diri mampu bersaing di level dunia.
Duel Kunci
Akram Afif vs Manuel Akanji
Afif merupakan tumpuan utama serangan Qatar. Bek Manchester City, Manuel Akanji, akan menjadi pemain yang bertugas meredam pergerakannya.
Granit Xhaka vs Mohamed Al-Mannai
Pertarungan lini tengah diperkirakan menjadi penentu hasil akhir. Xhaka membawa pengalaman ratusan pertandingan di level elite Eropa, sedangkan Al-Mannai menjadi pengatur tempo permainan Qatar.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Swiss diperkirakan akan menguasai penguasaan bola dan mencoba mendominasi sejak menit awal. Pengalaman pemain-pemain mereka di liga top Eropa membuat Swiss unggul dari sisi kualitas individu.
Sebaliknya, Qatar kemungkinan bermain lebih pragmatis dengan bertahan dalam blok rendah dan memanfaatkan kecepatan Afif saat melakukan transisi serangan. Strategi tersebut dapat menyulitkan Swiss jika mereka gagal mencetak gol cepat.
Secara keseluruhan, Swiss tetap lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad, pengalaman internasional, dan performa impresif selama kualifikasi.
Prediksi Skor
Qatar 1-2 Swiss
Jika berhasil meraih kemenangan, Swiss akan membuka peluang besar menjadi juara Grup B. Sebaliknya, hasil positif bagi Qatar bisa menjadi modal penting untuk mengejar tiket bersejarah menuju fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. [kun]






