Situbondo (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem disertai angin kencang menyebabkan pohon kelapa roboh hingga menimpa rumah milik seorang kader posyandu di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Selasa (2/6/2026).
Rumah milik Mukti Lestari (59), warga Kampung Krajan RT 03 RW 04 Desa Sumberwaru, mengalami kerusakan pada bagian pagar dan kanopi setelah tertimpa pohon tumbang sekitar pukul 17.00 WIB.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 35 juta.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban bersama sejumlah warga baru pulang dari kegiatan pendampingan ibu hamil. Mukti diketahui merupakan kader posyandu di desa setempat.
“Awalnya pohon kelapa milik warga roboh karena angin kencang, lalu menimpa pohon mangga di depannya. Setelah itu kedua pohon tumbang dan menutup jalan serta mengenai pagar dan kanopi rumah korban,” kata Puriyono, Selasa malam.
Menurut dia, batang pohon juga sempat mengenai kabel listrik PLN yang berada tepat di atas kanopi rumah. Kondisi tersebut sempat membuat warga khawatir terjadi korsleting listrik.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini. Penanganan langsung dilakukan bersama tim gabungan agar akses jalan kembali normal dan kondisi aman,” ujarnya.
Puriyono menjelaskan, usai menerima laporan dari Trantib Kecamatan Banyuputih, personel BPBD Situbondo bersama unsur gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas dari BPBD, Koramil, Polsek, Tagana, pemerintah desa dan warga sekitar melakukan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin atau chainsaw. Material pohon yang menutup badan jalan kemudian dievakuasi secara bertahap.
BPBD Situbondo mencatat rumah permanen milik korban mengalami kerusakan kategori sedang. Kanopi rumah berukuran sekitar 8 meter x 4 meter mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa batang pohon.
Selain melakukan penanganan darurat, BPBD juga akan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana atau Jitupasna untuk menentukan tindak lanjut bantuan kepada korban terdampak.
Puriyono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Situbondo.
“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati terutama saat beraktivitas di dekat pohon besar atau bangunan yang rawan terdampak angin kencang,” pungkasnya. (awi/ted)






