London (beritajatim.com) – Nicolas Jackson dikabarkan membuka peluang untuk melanjutkan kariernya bersama Chelsea pada musim 2026-27. Namun, penyerang asal Senegal tersebut memiliki satu syarat utama, yakni mendapatkan kesempatan yang nyata untuk kembali menjadi pilihan utama di tim asuhan Xabi Alonso.
Masa depan Jackson sempat menjadi tanda tanya setelah menghabiskan musim 2025-26 sebagai pemain pinjaman di Bayern Munich. Bersama klub raksasa Jerman itu, pemain berusia 24 tahun tersebut turut berkontribusi dalam keberhasilan meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal.
Sepanjang musim, Jackson mencatatkan 11 gol dan empat assist dari 34 penampilan di berbagai kompetisi. Meski performanya cukup solid, Bayern sejak awal disebut tidak memiliki rencana serius untuk mempermanenkan status sang pemain.
Laporan TEAMtalk menyebutkan bahwa Jackson kini siap kembali ke Stamford Bridge dan bersedia mengikuti program pramusim di bawah arahan pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso. Kesediaan itu muncul setelah Alonso dikabarkan ingin memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain untuk membuktikan kualitas mereka sebelum menentukan komposisi skuad utama musim depan.
Sumber yang sama mengungkapkan bahwa prioritas Jackson adalah mendapatkan kembali status sebagai starter reguler. Meski demikian, ia juga disebut ingin memperoleh kesempatan yang adil untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak menjadi bagian penting dalam proyek Chelsea ke depan.
Keputusan tersebut menjadi menarik mengingat hubungan Jackson dengan Chelsea sempat dianggap merenggang pada era kepelatihan Enzo Maresca. Musim lalu, Maresca lebih sering menempatkan Jackson sebagai penyerang tengah murni dan membatasi perannya di posisi lain.
Pendekatan tersebut dinilai membuat potensi Jackson tidak berkembang secara maksimal. Padahal, pemain yang dikenal memiliki kecepatan, mobilitas tinggi, dan kemampuan bermain di beberapa posisi menyerang itu dinilai mampu memberikan variasi berbeda dalam skema permainan.
Kedatangan Xabi Alonso diyakini dapat mengubah situasi. Pelatih asal Spanyol tersebut dikenal lebih fleksibel dalam memanfaatkan pemain serba bisa dan berpotensi melihat Jackson sebagai opsi di berbagai area lini depan, bukan hanya sebagai penyerang nomor sembilan.
Situasi itu semakin relevan mengingat performa sejumlah pemain sayap Chelsea pada musim 2025-26 belum sepenuhnya konsisten. Dalam kondisi tersebut, Jackson berpeluang bersaing untuk mengisi posisi di sektor sayap maupun area kreatif serangan.
Apabila bertahan, Jackson kemungkinan akan bersaing dengan sejumlah pemain kunci seperti Joao Pedro, Cole Palmer, Estevao Willian, dan Pedro Neto. Meski persaingan dipastikan ketat, fleksibilitas yang dimilikinya bisa menjadi nilai tambah yang membuatnya tetap mendapatkan menit bermain penting sepanjang musim.
Di balik berbagai spekulasi transfer yang beredar, sejumlah pihak internal Chelsea juga disebut masih menaruh kepercayaan terhadap kemampuan Jackson. Dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa peluang sang pemain untuk kembali masuk dalam rencana utama klub masih terbuka.
Kini, keputusan akhir tampaknya akan bergantung pada hasil evaluasi Xabi Alonso selama pramusim. Jika sang pelatih mampu memberikan jaminan kesempatan bermain yang kompetitif, Nicolas Jackson berpotensi tetap bertahan di Stamford Bridge dan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan skuad Chelsea untuk musim 2026-27.
Dengan usia yang masih relatif muda serta pengalaman bermain di level tertinggi Eropa, Jackson masih memiliki peluang besar untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi salah satu aset berharga Chelsea dalam beberapa tahun mendatang. (hdl)






