Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar menggembirakan datang bagi keluarga jemaah haji asal Ponorogo. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ratusan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 19 dan 20 dijadwalkan kembali ke kampung halaman pada akhir Minggu ini. Kedatangan mereka telah dinantikan ribuan keluarga yang selama hampir dua bulan menunggu kepulangan para tamu Allah tersebut. Seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah menyandang gelar haji setelah menyelesaikan rukun haji secara sempurna.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo, Marjuni, mengatakan rombongan jemaah haji Ponorogo dijadwalkan mendarat di Indonesia pada Jumat (5/6) sore. Setelah proses kedatangan di bandara dan penyelesaian administrasi di asrama haji, para jemaah akan langsung diberangkatkan menuju Ponorogo.
“Kloter 19 dan 20, masing-masing landing pukul 15.50 WIB dan 15.55 WIB. Kemudian tiba di asrama kemungkinan jam 17.30 WIB. Di asrama prosesi kurang lebih 1,5 jam. Setelah itu langsung pulang,” ungkap Marjuni, Senin (1/6/2/26).
Menurut Marjuni, 2 kelompok terbang yang membawa jemaah asal Ponorogo hanya memiliki selisih waktu kedatangan tidak terlalu lama. Karena itu, proses penjemputan akan dilakukan secara bersamaan agar lebih efektif dan memudahkan koordinasi di lapangan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan saat penyambutan berlangsung.
“Selisihnya Kloter 19 dan 20 sekitar 10 menit. Berbarengan, penjemputan bersama-sama, kita jadikan satu,” katanya.
Lebih jauh, Marjuni memastikan seluruh jemaah haji asal Ponorogo berada dalam kondisi sehat walafiat. Mereka juga telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah wajib haji, termasuk tawaf ifadah dan tahallul tsani yang menjadi penanda sempurnanya pelaksanaan ibadah haji. Saat ini para jemaah hanya menunggu jadwal kepulangan sembari melaksanakan ibadah-ibadah sunah di Kota Makkah.
“Seluruh jemaah haji Ponorogo sehat walafiyat, sudah semuanya melaksanakan rangkaian ibadah haji dan sudah bergelar haji. Karena sudah tawaf ifadah dan tahallul tsani,” jelasnya.
Menjelang kepulangan, aktivitas para jemaah lebih banyak diisi dengan ibadah sunah, tawaf wada atau tawaf perpisahan, serta persiapan barang bawaan. Situasi tersebut menandai berakhirnya rangkaian panjang perjalanan spiritual yang telah mereka jalani sejak berangkat dari tanah air. Keluarga di Ponorogo pun kini tinggal menghitung hari untuk menyambut kepulangan sanak saudara mereka.
“Ini tinggal menunggu ibadah sunah kemudian tawaf wada dan packing koper,” ungkap Marjuni.
Marjuni menambahkan sempat ada satu jemaah dari Kloter 20 yang mengalami gangguan kesehatan. Sehingga yang bersangkutan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Namun, jemaah tersebut berhasil pulih dan kembali bergabung dengan rombongan sebelum puncak ibadah haji berlangsung.
“Sempat ada yang sakit di Sub 20, dirujuk di RS King Faisal. Alhamdulillah sebelum Armuzna sudah kembali ke hotel, semuanya bisa terlaksana,” pungkasnya. (end/but)






