Pamekasan (beritajatim.com) – Organisasi sosial keagamaan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri sejak 31 Januari 1926 di Surabaya, diharapkan mampu dan terus berkembang menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan masa khidmat 2026–2031, di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Minggu (31/5/2026).
“Melalui Muskercab Pertama ini, kami berharap jam’iyah Nahdlatul Ulama dapat merumuskan tugas-tugas ke depan, baik tingkat cabang, MWCNU, maupun ranting. Sehingga NU semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” kata KH Kholilurrahman.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dapat kembali berkumpul bersama organisasi yang sempat membesarkan namanya sejak beberapa tahun silam. “Kami juga mengapresiasi seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan, karena sudah berperan aktif dalam membangun masyarakat Pamekasan,” ungkapnya.
“Kami atas nama pemerintah kabupaten Pamekasan, mengucapkan terima kasih kepada pengurus NU beserta seluruh jajaran yang sudah berjuang bersama, sehingga kehadiran NU mampu mewarnai gerak dan langkah masyarakat dalam pembangunan daerah,” imbuhnya.
Bupati yang familiar disapa Kiai Kholil, juga menyampaikan soliditas NU selama ini turut memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial khususnya di Pamekasan. “Ibaratnya Pamekasan sebagai ‘tanah subur’ yang memungkinan berbagai organisasi tumbuh, tapi secara umum dapat dinetralisir melalui peran aktif NU,” jelasnya.
“Penting juga keberadaan Forum Komunikasi Ormas Islam (Fokus) yang hingga kini masih aktif sebagai wadah silaturahmi lintas organisasi Islam, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, Serikat Islam, dan Hidayatullah. Forum yang dibentuk sejak 2004 selalu mampu menjaga harmoni, serta memperkuat peran bersama dalam mengawal pembangunan daerah,” sambung Kiai Kholil.
Selain itu, apresiasi lainnya juga disampaikan secara khusus kepada para tokoh NU yang berkontribusi nyata dalam menyukseskan kegiatan Muskercab Pertama. “Terima kasih atas segala pengorbanan para kiai dan sesepuh dalam membesarkan NU, semoga diberikan kesehatan dan umur panjang,” pungkasnya. [pin/aje]






