Madiun (beritajatim.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa berkah bagi pedagang bumbu dapur di Pasar Besar Kota Madiun, Kamis (28/5/2026). Permintaan berbagai kebutuhan dapur seperti cabai dan bawang mengalami lonjakan cukup signifikan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat mengolah daging kurban.
Sejak pagi, lapak pedagang terlihat ramai dipadati pembeli yang mencari bahan pelengkap untuk memasak sate, gulai, hingga rawon. Kenaikan permintaan paling terasa pada komoditas cabai merah, cabai rawit, dan cabai keriting.
Salah satu pedagang bumbu dapur, Ari Tri, mengatakan penjualan cabai saat Idul Adha meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Jika sebelumnya ia hanya mampu menjual sekitar 20 kilogram per hari, kini jumlahnya bisa menembus 40 kilogram.
“Paling banyak dicari cabai untuk bumbu sate dan rawon. Pembeli sekarang juga belanjanya lebih banyak, rata-rata dua sampai tiga kilogram,” ujar Ari.

Menurutnya, tingginya permintaan tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai. Distribusi cabai dari daerah pemasok mengalami hambatan karena sebagian sopir pengiriman memilih libur selama Hari Raya Idul Adha.
Akibatnya, harga cabai ikut terdongkrak naik. Cabai keriting yang sebelumnya dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.
“Stok agak susah masuk karena banyak sopir libur. Jadi harga ikut naik,” katanya.
Meski permintaan sedang tinggi, Ari mengaku tetap berhati-hati menambah stok dagangan lantaran cabai termasuk komoditas yang mudah rusak apabila tidak segera terjual.
Kondisi serupa juga dirasakan pedagang bawang merah dan bawang putih di Pasar Besar Kota Madiun. Bu Seno, salah satu pedagang bawang, menyebut penjualannya meningkat tajam dalam dua hari terakhir.
“Kalau biasanya sehari sekitar 20 kilogram, sekarang bisa sampai 40 kilogram,” ucapnya.
Ia mengatakan pembeli kini membeli dalam jumlah lebih besar untuk kebutuhan memasak daging kurban. Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat.
Tak hanya permintaan yang meningkat, harga bawang merah juga ikut merangkak naik. Dalam sepekan terakhir harga bawang merah naik dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sementara bawang merah kupas dijual hingga Rp65 ribu per kilogram.
“Kalau bawang kupas banyak dicari ibu-ibu muda karena lebih praktis,” tambahnya.
Para pedagang memperkirakan lonjakan permintaan bumbu dapur masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Selain masih ada warga yang menyembelih hewan kurban pada H+1 Idul Adha, sebagian masyarakat juga memilih menyimpan daging untuk dimasak secara bertahap. (rbr/but)






