Makkah (beritajatim.com)–Titik puncak ritual haji 2026 sudah dilalui beberapa tahapan. Wukuf di Padang Arafah sebagai rukun haji telah ditunaikan dengan baik, Mabit di Muzdalifah juga dilalui jemaah haji dengan lancar.
Pergerakan jemaah haji dari Muzdalifah ke bumi Mina juga telah termobilisasi dengan baik, tanpa ada jemaah haji yang berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina seperti pada musim haji 2025 lalu.
Tiga titik lokasi ritual haji itu merupakan poin-poin penting pelaksanaan rukun Islam kelima (Haji) tersebut. Semuanya merupakan tempat terbuka. Kendati ada tenda di Padang Arafah dan Mina.
Dibutuhkan stamina fisik oke, spirit mental kuat dan tak mengenal menyerah. Yang paling penting adalah doa-doa permohonan agar mampu menunaikan semua rukun, wajib, dan sunnah haji dengan paripurna dan istiqomah kepada Allah SWT.
Selain itu, yang tak kalah penting adalah semua larangan haji juga mesti ditinggalkan. Tak ada satu pun yang dilanggar.
Pelaksanaan haji 2026 di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tampaknya berjalan sukses. Tak muncul problem bersifat dasar yang menyentuh kualitas pelayanan kepada jemaah.

Proses administrasi lancar. Transportasi tak ada kendala. Akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, dan konsumsi di Tanah Suci memuaskan. Fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) tertunaikan dengan baik, paripurna, dan humanis.
Hajatan 2026 menjadi pekerjaan besar pertama Kemenhaj. Puluhan tahun ini gawe besar ini dioperatori Kementerian Agama (Kemenag). Ada begitu banyak dinamika dan persoalan di dalamnya.
Di musim haji tahun ini, 2026, ujian pertama bagi Kemenhaj sebagai institusi baru kementerian dalam lanskap kabinet presidensil di Indonesia. Kemenhaj mampu menunaikan otoritas, kewajiban, dan tanggung jawabnya dengan baik, humanis, dan paripurna.
Hari ini, Kamis (28/5/2026), merupakan tempo kedua jemaah haji menunaikan lempar jumrah di Jamarat. Bagi jemaah haji nafar awal, hari Jumat (29/5/2026) besok merupakan kali ketiga mereka melakukan lempar jumrah di Jamarat. Bagi jemaah haji yang mengambil nafar awal, pada Jumat siang atau sore, mereka bisa kembali ke Makkah untuk menunaikan thawaf dan sai di malam hari untuk menyempurnakan ritual hajinya.
Kita berekspektasi gelaran haji 2026 hingga akhir nanti menorehkan catatan baik. Jadi catatan sejarah yang indah dan dikenang sepanjang hidup oleh pribadi-pribadi jemaah haji. Semua jemaah haji mendapat label sebagai haji mabrur.
Peningkatan kualitas pelayanan petugas haji dan berbagai pemangku kepentingan yang terkait di dalamnya merupakan energi positif bagi para jemaah untuk menunaikan semua rukun dan kewajibannya dengan istiqomah dan paripurna.
Model layanan humanis. Menyentuh aspek psikologi jemaah, berlangsung cepat, tepat, tangkas, dan berdampak positif kepada jemaah haji merupakan catatan sejarah baik yang ditorehkan Kemenhaj RI: Satu kementerian baru yang dipimpin dua tokoh dari dua ormas Islam besar di Indonesia.

Muhammad Irfan Yusuf Hasyim, Menteri Haji dan Umrah RI, adalah cucu pendiri NU: KH Hasyim Asy’ari. Dia anak KH Yusuf Hasyim (Pak Ud), yang lama memimpin Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jatim. Sedang Dahnil Anhar Simanjuntak, seorang aktivis Muhammadiyah, yang pernah menduduki posisi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah dan dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Dia dipercaya sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Dua elite Kemenhaj merupakan figur yang merepresentasikan kekuatan dari dua ormas Islam besar di Indonesia. Visi dan orientasi keumatan keduanya bakal moga terus tergambarkan dalam blue print dan langkah operasional policy perhajian nasional. Aamin YRA. [air]
Ainur Rohim
(Direktur Utama beritajatim.com)






