Surabaya (beritajatim.com) – Tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi berupa setrip uji portabel untuk mendeteksi kandungan minyak babi pada makanan secara praktis dan ekonomis.
Alat ini dirancang bekerja tanpa metode Polymerase Chain Reaction (PCR) atau laboratorium yang rumit. Pengujian memanfaatkan sensor optis berbasis perubahan warna material nano saat bereaksi dengan unsur lemak babi.
Ketua tim peneliti ITS, Ruri Agung Wahyuono, menjelaskan alat tersebut memakai prinsip yang menyerupai setrip pengecek tingkat keasaman air.
“Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget,” papar Ruri, Selasa (26/5/2026).
Ruri menambahkan bahwa formulasi reagen dan katalis akan terus dikembangkan agar alat serupa dapat mengidentifikasi bahan pemicu alergi lainnya.
“Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama,” ungkapnya.
Tim riset memproyeksikan harga jual setrip tes mandiri ini berkisar sepuluh ribu rupiah per lembar untuk satu kali pemakaian.
“Harga jual akan lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi dalam skala yang lebih besar,” pungkasnya. [ipl/but]






