Surabaya (beritajatim.com) — Sebanyak 60 atlet dari 20 kontingen mengikuti kejuaraan pencak silat tingkat nasional bertajuk Rektor Cup Pagar Nusa yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-24 Universitas Yudharta Pasuruan.
Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus sarana pencarian bibit atlet muda pencak silat berprestasi. Mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur dan seluruh atlet yang tampil merupakan hasil seleksi di masing-masing daerah.
Wakil Ketua Pagar Nusa Jawa Timur, Sayid Ridho, mengatakan kompetisi ini menjadi ruang penting bagi para pesilat untuk mengukur kemampuan di level nasional.
“Ini kompetisi internal Pagar Nusa, tetapi tingkatnya nasional. Pesertanya hasil seleksi dari masing-masing kontingen,” ujar Sayid Ridho, Minggu (25/5/2026).

Ia mengakui jumlah peserta sebenarnya masih berpotensi bertambah. Namun, waktu pendaftaran yang cukup singkat dan berdekatan dengan momentum hari raya membuat sejumlah kontingen belum maksimal mengikuti kejuaraan.
Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-24 Universitas Yudharta Pasuruan, Muhammad Dayat, menyampaikan kejuaraan tersebut digelar untuk mendorong lahirnya atlet-atlet pencak silat berprestasi.
“Kami berharap dari kompetisi ini muncul pesilat-pesilat tangguh yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Muhammad Dayat.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan Universitas Yudharta Pasuruan kepada masyarakat luas, khususnya kalangan pencinta pencak silat.
Menurut Dayat, UKM Pagar Nusa di kampus selama ini cukup aktif dan memiliki antusiasme tinggi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga bela diri.
“Mahasiswa perlu wadah untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Dari sini kami berharap prestasi pencak silat juga bisa ikut mengangkat nama universitas,” ujarnya.
Dayat menambahkan, awalnya jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 100 atlet. Namun, karena adanya sejumlah agenda kejuaraan lain yang berlangsung berdekatan, jumlah peserta akhirnya berkurang.
Ke depan, pihak kampus membuka peluang menggelar kegiatan serupa secara rutin, baik untuk tingkat sekolah maupun perguruan tinggi di bawah naungan yayasan. (way/but)






