Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, serius menggarap pemilih muda dalam pemilihan umum mendatang. Keseriusan itu diawali dari kepengurusan anak cabang yang didominasi generasi milenial dan Generasi Z.
Dari 341 orang personel pengurus anak cabang (PAC), 25 persen masuk kategori generasi milenial kelahiran 1981-1996 dan 31 persen adalah Generasi Z kelahiran 1997-2012.
Sementara itu 41 persen adalah generasi X kelahiran 1965-1980 dan empat persen adalah generasi baby boomers kelahiran pasca kemerdekaan 1946 hingga jelang runtuhnya Orde Lama 1964.
“Anak-anak muda yang bergabung bersama kita, harus tetap dinasihati, ditemani, didampingi para senior partai,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Widarto, dalam acara pelantikan 31 PAC di Ball Room Hotel Cempaka Hill, Minggu (24/5/2026).
Tak hanya soal usia, keterwakilan perempuan dalam 31 PAC PDIP juga menggembirakan Widarto. “Keterwakilan perempuan 40 persen, melebihi undang-undang yang mewajibkan 30 persen (keterwakilan perempuan sebagai calon legislator),” katanya.
Para personel PAC sudah mengikuti pembekalan ideologi marhaenisme dan Pancasila 1 Juni 1945, sejarah partai, dan keorganisasian dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember.
“Kami tekankan soal kedisiplinan. Kalau ada satu saja pengurus PAC laki-laki tidak pakai pin Bung Karno, tidak jadi dilantik. Jadi semua yang hadir, pengurus PAC laki-laki, insyaallah berkopiah hitam dan pakai pin Bung Karno semua,” kata Widarto.
Widarto mengingatkan, bahwa rendahnya kepercayaan publik terhadap pengurus partai menjadi tantangan dan otokritik. “Maka harus kita jawab dengan disiplin, menjadi teladan bagi rakyat, agar kita bisa mewujudkan apa yang disampaikan Bung Karno dalam risalah Mencapai Indonesia Merdeka,” katanya.
Dalam risalah itu, Bung Karno menyatakan, bahwa partai adalah obor dan penerang bagi rakyat. “Dan momentum itu hadir hari ini. baik di tingkat nasional maupun daerah. Kita menemukan momentum rakyat butuh kita,” kata Widarto.
Krisis global akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah berdampak terhadap rakyat Indonesia. “Ujungnya adalah daya beli rakyat turun. Angka kriminalitas tinggi. Itu menunjukkan betul bahwa ekonomi sedang sulit, meskipun pemerintah menyampaikan data-data pertumbuhan ekonomi yang baik,” kata Widarto.
Di situlah seharusnya pengurus anak cabang, ranting, dan-anak ranting PDI Perjuangan Jember hadir membersamai rakyat dan menjadi bagian dari solusi. “Ingat Jangan menjadi bagian dari masalah, tapi jadilah bagian dari solusi atas problem rakyat. Hanya dengan itu insyaallah kita akan bisa kembalikan kepercayaan rakyat kepada partai politik, utamanya PDI Perjuangan,” kata Widarto. [wir/aje]






