Ringkasan Berita:
- Sebanyak 19.765 karya inovasi pendidikan bersaing dalam EJIES 2026.
- Seleksi dilakukan bertahap dari lebih 24 ribu peserta hingga tersisa 25 finalis terbaik.
- Khofifah meminta sekolah terus menghadirkan inovasi pendidikan.
- Pemprov Jatim mencatat 4.960 alumni SMK bekerja di 13 negara pada Semester I 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 19.765 karya inovasi pendidikan berkompetisi dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026.
Jumlah tersebut merupakan hasil penyaringan dari total 24.727 peserta yang mendaftarkan karya inovasinya dalam ajang pendidikan tingkat Jawa Timur tersebut.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap. Media massa terlebih dahulu menyeleksi usulan peserta hingga tersisa 250 karya terbaik.
Selanjutnya, tim akademisi melakukan penyaringan lanjutan hingga menyisakan 50 karya terbaik hasil penilaian dari tim ahli Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Dari proses tersebut, akhirnya terpilih 25 finalis terbaik yang mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi ketatnya persaingan dalam ajang inovasi pendidikan tersebut.
Ia meminta seluruh sekolah yang berhasil masuk fase akhir terus melahirkan gagasan dan inovasi baru demi meningkatkan kualitas pendidikan.
“Maka seluruh yang bisa masuk 50, masuk 25 besar maka saya memohon kepada kita semua, lintas unit mulai SMA, SMK bahwa ada sesuatu yang memang kita harus melakukan inovasi demi inovasi,” kata Khofifah, dikutip Jumat (22/5/2026).
Khofifah juga menyoroti keberhasilan ekosistem pendidikan vokasi di Jawa Timur yang dinilai semakin mampu menjawab kebutuhan dunia kerja internasional.
Sepanjang Semester I tahun 2026, sebanyak 4.960 alumni SMK di Jawa Timur berhasil bekerja di 13 negara.
“Total di Jatim sampai dengan Semester 1 2026 kita melepas 4.960 alumni SMK di Jatim untuk bekerja di 13 negara. Ini kabar baik bagi kita semua,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan dunia pendidikan saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Menurutnya, sekolah harus mampu menghadirkan inovasi dan pembaruan sesuai kebutuhan global.
“Pendidikan di mana pun berada, kita berharap ada peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Dunia membutuhkan perubahan yang luar biasa,” kata Aries.
Ia juga mendorong para guru, tenaga pendidik, dan kepala sekolah agar terus berkreasi dan tidak berhenti melakukan pembenahan lingkungan belajar.
“Artinya di pendidikan pun harus menyesuaikan dengan perubahan itu. Maka saya berharap para guru, tenaga pendidik, kepala sekolah harus berinovasi,” tandasnya. [ipl/beq]






