Bangkalan (beritajatim.com) – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di sejumlah titik di Bangkalan dikeluhkan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, Mohammad Hasan Faisol mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, kerusakan PJU dalam beberapa bulan terakhir dipicu cuaca ekstrem yang terjadi di Bangkalan. Sebab, perangkat PJU memiliki sejumlah komponen yang cukup sensitif terhadap petir maupun angin kencang.
“Kalau terjadi kerusakan karena cuaca, komponen-komponen ini cepat error. Sangat sensitif sekali,” katanya, Kamis (21/05/2026).
Ia menjelaskan, dalam satu tiang PJU terdapat beberapa komponen seperti timer, driver, dan lampu yang saling terhubung. Kerusakan satu lampu bisa menyebabkan satu deret lampu ikut padam.
Selain faktor cuaca, Dishub Bangkalan juga mengaku menghadapi keterbatasan armada dan anggaran perbaikan. Saat ini, armada perbaikan yang dimiliki hanya dua unit dan sementara hanya satu yang dapat digunakan.
Sementara anggaran perbaikan PJU tahun 2026 disebut hanya sekitar Rp140 juta. Padahal biaya perbaikan satu lampu cukup besar.
“Kalau yang rusak driver-nya, perbaikannya sekitar Rp2 jutaan satu lampu. Kalau beli lampu Philips baru sekitar Rp3,7 juta,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan tetap akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait PJU yang mati di sejumlah titik.
“Kami akan segera lakukan perbaikan di titik-titik yang sudah disampaikan mati itu. Kami segera aksi,” pungkasnya. [sar/but]






