RINGKASAN BERITA:
- Paket makanan siap santap (ready to eat) jemaah haji Indonesia dijamin aman dikonsumsi hingga 18 bulan berkat uji laboratorium berkala.
- Konstruksi kemasan yang kokoh dan hampa udara membuat sisa paket katering aman disimpan di dalam koper untuk oleh-oleh.
- Seluruh menu mengusung cita rasa Nusantara dengan pemenuhan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 50 persen.
- Kemenhaj menyiapkan total 3,08 porsi makanan siap saji yang praktis dikonsumsi langsung tanpa perlu dipanaskan.
Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan bahwa paket makanan siap santap (ready to eat) yang dialokasikan bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak Armuzna memiliki daya tahan penyimpanan aman hingga 18 bulan.
Kualitas teknologi pengemasan hampa udara yang sangat tinggi ini membuat sisa paket konsumsi yang tidak habis dikonsumsi di Tanah Suci dijamin tetap higienis and layak dibawa pulang ke tanah air sebagai oleh-oleh pengobat rindu.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kepastian regulasi pertahanan pangan ini menjadi kabar yang sangat positif bagi jemaah sekaligus menghapus kecemasan pihak keluarga di Indonesia.
Melalui jaminan mutu ini, 182.332 jemaah reguler dapat mengamankan logistik mereka dengan tenang di tengah tantangan paparan suhu panas ekstrem Kota Makkah yang saat ini menyentuh angka menyengat 44 derajat Celsius.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengungkapkan fenomena unik di lapangan di mana banyak jemaah memilih menyimpan makanan instan ini untuk dibawa masuk ke dalam koper menuju tanah air.
“Ini saking senangnya, kadang para jemaah ini [makanan siap santap saat puncak haji] dibawa sebagai oleh-oleh pulang ke Indonesia,” ujar Jaenal di Makkah, Selasa (19/5/2026).
Jaenal menegaskan, keputusan jemaah menjadikan boks katering ini sebagai buah tangan sama sekali tidak berbahaya bagi kesehatan batin maupun fisik. Pemerintah telah melakukan pengujian klinis berulang kali untuk memastikan kualitas kandungan nutrisi mikro di dalamnya tidak rusak oleh perubahan suhu ruang yang ekstrem.
“Daya tahannya ini 18 bulan, sehingga ini cukup dan kemarin kita uji ke laboratorium lagi, kita cek, dan masih sangat layak untuk dikonsumsi,” urai Jaenal seraya menunjukkan contoh fisik boks logistik pangan haji 2026.
Selain aspek ketahanan, keunggulan mekanis dari paket makanan ini terletak pada kepraktisannya yang tidak memerlukan kompor atau alat pemanas portabel. Jemaah cukup merobek bagian segel untuk bisa langsung menikmati hidangan lezat di dalam tenda. “Ini [paket makanan untuk puncak haji] sudah bisa langsung dibuka, dimakan. Tidak perlu dipanaskan,” tambah Jaenal.
Kemenhaj mendesain bungkus luar lauk pauk ini menggunakan material khusus yang tebal sehingga dapat langsung dialihfungsikan sebagai wadah piring makan darurat. Untuk jemaah lansia yang belum terbiasa dengan metode logistik modern ini, PPIH Arab Saudi telah menyiagakan petugas sektor untuk melakukan edukasi cara membuka kemasan secara humanis dari kamar ke kamar hotel.
“Khawatirnya ada jemaah yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini, nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan,” kata Jaenal.
Hebatnya lagi, penyediaan total 3,08 juta paket boks pangan siap saji ini tetap mengutamakan kedaulatan industri dalam negeri melalui kepatuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kemenhaj mengunci aturan bahwa minimal 50 persen bahan baku utama serta vendor pengemasan wajib disuplai oleh produsen asal Indonesia, seperti PT Halalan Thayyiban Indonesia, PT Indo Niaga Agro, dan PT Laukita Bersama Indonesia.
Langkah ini memastikan variasi menu yang dihidangkan—seperti nasi uduk daging, kari ayam kentang, hingga rendang daging sapi—memiliki cita rasa otentik yang akrab dengan lidah jemaah.
Distribusi paket konsumsi transisi di hotel-hotel Makkah ini ditargetkan rampung disalurkan serentak pada Sabtu, 23 Mei 2026 (6 Dzulhijjah) sebelum pendorongan massal menuju Padang Arafah dimulai pada Senin, 25 Mei mendatang. [ian/MCH]






