Ringkasan Berita:
- Pemkot Madiun resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108.
- Seluruh kegiatan yang menggunakan anggaran APBD dipastikan melibatkan talenta lokal.
- Pameran UMKM akan digelar di kawasan PSC dengan melibatkan 20 tenant binaan dinas secara gratis.
- Pemkot juga membuka ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif dan generasi muda melalui workshop konten kreator.
Madiun (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Madiun resmi melaunching rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108, Rabu (20/5/2026). Perayaan tahun ini dipastikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Seluruh kegiatan yang menggunakan anggaran APBD dipastikan melibatkan talenta lokal sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan potensi sumber daya manusia di Kota Madiun.
Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus ruang ekspresi bagi para pelaku kreatif lokal.
“Yang penting kegiatan hari jadi ini tidak hanya seremonial. Saya ingin bagaimana SDM Kota Madiun bisa merepresentasikan kreativitasnya dan akhirnya berdampak pada ekonomi,” ujarnya.
Dalam rangkaian HUT ke-108 tersebut, sektor UMKM menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Madiun menyiapkan pameran UMKM di sepanjang kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dengan melibatkan 20 tenant binaan dinas yang difasilitasi secara gratis.
“Besok sepanjang hari jadi akan ada pameran UMKM di sepanjang PSC. Ada 20 tenant binaan dinas yang difasilitasi gratis. Di seluruh kegiatan juga akan ada UMKM,” jelas Bagus.
Tak hanya itu, Pemkot Madiun juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas dan pelaku budaya, termasuk komunitas Kicau Mania yang saat ini semakin diminati masyarakat.
“Kami membuka ruang bagi teman-teman Kicau Mania yang ingin mengadakan kegiatan. Silakan berkoordinasi dengan Disbudparpora, nanti kami fasilitasi,” katanya.
Selain budaya populer, kegiatan bertema pusaka dan budaya benda juga berpeluang masuk dalam agenda HUT Kota Madiun melalui kolaborasi bersama masyarakat dan komunitas budaya.
Di sisi lain, Bagus menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran APBD untuk kegiatan HUT difokuskan bagi talenta lokal. Sementara keterlibatan artis regional maupun nasional berasal dari pendanaan non-APBD atau pihak luar pemerintah daerah.
“Untuk APBD, semuanya difokuskan untuk talent lokal. Tidak ada talent nasional maupun regional yang menggunakan anggaran APBD. Kalau ada artis nasional atau regional, itu dari penyelenggara di luar Pemkot,” tegasnya.
Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan workshop konten kreator sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda kreatif. Workshop tersebut rencananya digelar di tiga lokasi berbeda.
Bagus berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan sekaligus memfasilitasi para pelaku kreatif Kota Madiun agar terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi ekonomi daerah.
“Kami ingin teman-teman muda kreatif ini punya ruang. Tidak hanya berhenti di kegiatan HUT, tetapi juga bisa memberikan usulan dan berkembang bersama fasilitas yang disiapkan Pemkot,” pungkasnya. [rbr/beq]






