Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menemukan hewan kurban yang dijual di lapak terjangkit penyakit ‘orf’ (echtyma contagiosa) atau bengoran.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Drh. Zulfah mengatakan ‘orf’ merupakan penyakit menular pada kambing dan domba yang disebabkan oleh virus.
“Orf ini ditandai adanya gangguan di kulit bibir atau karopeng di sekitar bibir. Ini bisa menular pada kambing lainnya,” katanya, Rabu (20/06/2026).
Ia melanjutkan, karena ‘orf’ merupakan penyakit menular, maka DKPP telah meminta agar hewan yang terjangkit penyakit tersebut dipisahkan dari lainnya, dan tidak dijual.
“Kami sudah menyarankan itu pada pemilik lapak. Ini tadi kami temukan ada tiga kambing yang terjangkit ‘orf’. Kalau kambing-kambing lainnya sehat dan layak,” terangnya.
Menurutnya, penyakit ‘orf’ cukup mudah pengobatannya. Bahkan bisa hanya dengan menyemprotkan teh dan garam ke daerah bibir kambing yang terkena ‘orf’.
“Sebenarnya tidak butuh waktu lama untuk mengobati ‘orf’ hingga sembuh. Namun untuk saat ini, kami menyarankan agar kambing yang kena ‘orf’ jangan dijual dulu,” ujarnya. (tem/but)






