Surabaya (beritajatim.com)-Merawat hewan kurban dengan baik bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada makhluk hidup yang akan dikurbankan. Dalam Islam, hewan kurban harus dijaga agar dalam kondisi terbaik, baik fisik maupun mental, sebelum disembelih.
Islam mengajarkan konsep Ihsan, yaitu berbuat baik kepada semua makhluk, termasuk hewan. Hewan juga merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki perasaan. Karena itu, memperlakukan hewan dengan kasar atau semena-mena sangat dilarang. Setiap kebaikan yang diberikan kepada hewan akan bernilai pahala.
Rasulullah SAW juga memberikan contoh tentang cara memperlakukan hewan dengan baik. Misalnya, beliau melarang mengasah pisau di depan hewan atau menyembelih hewan di depan hewan lainnya. Hal ini dilakukan agar hewan tidak merasa takut atau stres sebelum disembelih. Menjaga hewan tetap tenang merupakan bagian dari ajaran Islam yang penuh kasih sayang.
Ajaran tersebut ternyata sesuai dengan penjelasan sains modern tentang kualitas daging. Dilansir dari WellBeing International, saat hewan merasa takut atau stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon yang menghabiskan cadangan energi pada otot. Jika energi itu habis sebelum penyembelihan, kualitas daging bisa menurun.
Hewan yang stres sebelum disembelih biasanya menghasilkan daging yang lebih gelap, keras, dan tidak tahan lama. Kondisi ini dikenal dengan istilah dark cutting. Daging seperti ini tentu kualitasnya juga menurun.
Untuk mencegah stres, hewan kurban sebaiknya diberi waktu istirahat yang cukup setelah menempuh perjalanan jauh dari peternakan. Idealnya, hewan kurban diistirahatkan selama 12-24 jam di tempat yang teduh dan nyaman sebelum disembelih. Istirahat membantu kondisi tubuh hewan kembali stabil sehingga kualitas daging tetap baik.
Selain itu, hewan juga harus diberi air minum yang bersih dan cukup. Air membantu menjaga kondisi tubuh hewan agar tidak lemas dan stres. Hewan yang kehausan akan lebih mudah kelelahan, sehingga dapat memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan. Saat hewan digiring menuju tempat penyembelihan, prosesnya juga harus dilakukan dengan lembut tanpa kekerasan, seperti memukul atau menarik secara paksa. [Wakhdah Alisa Berliana]






