Ringkasan Berita:
- Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak bertolak ke Arab Saudi memimpin misi Amirul Hajj.
- Jemaah haji diimbau tidak ragu melaporkan segala bentuk praktik pungutan liar oleh oknum petugas.
- Kemenhaj memperketat pengawasan satu komando untuk mengawal 175.682 jemaah di Makkah.
- Mobilitas jemaah luar ruang dibatasi guna menghemat stamina fisik menjelang wukuf Arafah pada 26 Mei.
Makkah (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menginstruksikan seluruh jemaah haji Indonesia untuk segera melaporkan segala bentuk praktik pungutan liar oleh oknum petugas selama berada di Tanah Suci.
Penegasan tersebut disampaikan sesaat sebelum dirinya bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (18/5/2026).
Keberangkatan Wamenhaj dilakukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai bagian dari Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan secara langsung kesiapan dan pengawasan layanan jemaah menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, komitmen pelindungan jemaah dari praktik rente ini sejalan dengan reformasi radikal Kemenhaj yang sukses memangkas ongkos haji hingga Rp6 juta dalam dua tahun terakhir.
Hingga hari ke-28 operasional, dasbor perhajian mencatat sebanyak 179.463 jemaah reguler dari 464 kloter telah diberangkatkan dari tanah air, dengan 175.682 jemaah di antaranya sudah berkumpul di Makkah.
Dahnil menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, transparansi anggaran dan orientasi penuh pada pelayanan jemaah menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Wamenhaj di Bandara Soekarno-Hatta.
Satu Komando Awasi Layanan Lansia dan Cegah Pungli
Kemenhaj memastikan tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun oknum yang mencederai integritas pelayanan haji Indonesia. Pengawasan ketat diterapkan pada seluruh aspek layanan, mencakup kelayakan hotel, distribusi katering, efisiensi bus shalawat, bimbingan ibadah, hingga aspek pelindungan hukum bagi jemaah, termasuk rombongan besar asal berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Embarkasi Surabaya/SUB).
“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tegas Dahnil.
Pemerintah membuka posko aduan terintegrasi agar jemaah haji mandiri maupun reguler dapat memberikan laporan secara real-time jika menemukan kejanggalan biaya di luar ketentuan resmi. Hal ini demi memutus mata rantai kartel perhajian ilegal yang kerap merugikan jemaah.
“Kami menegaskan, jangan ragu melapor jika ada pungutan oleh oknum. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius, karena pelindungan jemaah adalah prioritas kami,” ujarnya.
Hemat Stamina Hadapi Suhu Ekstrem 44 Derajat Celsius
Selain fokus pada tata kelola yang transparan, Wamenhaj mengingatkan jemaah untuk waspada terhadap sengatan suhu udara Makkah yang saat ini melonjak hingga 44 derajat Celsius dengan kelembapan rendah.
Mengingat pelaksanaan wukuf di Arafah telah ditetapkan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, jemaah diminta menahan diri dari aktivitas fisik di luar ruangan yang dapat menguras energi.
“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Dahnil.
PPIH Arab Saudi saat ini terus mematangkan kesiapan logistik 21 porsi makanan siap santap (ready to eat) Nusantara serta skema murur (melintas Muzdalifah tanpa turun) untuk melindungi jemaah risiko tinggi.
“Kami ingin jemaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik. Mari fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga kelancaran misi haji Indonesia,” tutup Wamenhaj. [ian/MCH/suf]






