Ringkasan Berita:
- Disbudpar Magetan mematangkan persiapan menghadapi lonjakan wisatawan di Telaga Sarangan saat long weekend.
- Fokus utama berada pada kebersihan, keamanan, keselamatan, dan mitigasi bencana.
- Kapasitas ideal wisatawan Telaga Sarangan dibatasi sekitar 14 ribu hingga 16 ribu pengunjung.
- Pemerintah juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan praktik “ketok harga”.
Magetan (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi libur panjang akhir pekan yang diprediksi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Telaga Sarangan.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto, mengatakan fokus utama persiapan berada pada aspek kebersihan, keamanan, dan keselamatan pengunjung selama berada di kawasan wisata andalan Kabupaten Magetan tersebut.
Menurut Yosef, petugas kebersihan telah disiagakan sejak dini hari agar kawasan wisata Telaga Sarangan sudah bersih sebelum wisatawan mulai berdatangan.
“Divisi kebersihan kami apel pukul 05.00 pagi. Jadi sebelum pengunjung datang harapannya lokasi sudah bersih sehingga memberi kesan destinasi yang siap menerima wisatawan,” ujarnya.
Selain kebersihan, Disbudpar Magetan juga memperkuat kesiapsiagaan personel penyelamat wisata atau Legat. Sebanyak tujuh personel disebut telah meningkatkan kemampuan dari berenang menjadi menyelam guna mengantisipasi kondisi darurat di area telaga.
“Yang kami siapkan adalah mitigasinya. Kami tidak menghendaki hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi tenaga penyelamat harus siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.
Pemeriksaan berkala juga dilakukan bersama KSOP Sarangan terhadap alat keselamatan perahu wisata, mulai dari kondisi pelampung, mesin, hingga kelayakan armada wisata air.
Tidak hanya itu, pemerintah kembali mengingatkan para pelaku usaha wisata agar tidak mempraktikkan “ketok harga” yang kerap menjadi keluhan wisatawan saat musim libur panjang. Surat imbauan telah disampaikan kepada pelaku usaha demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Yosef menyebut kesadaran masyarakat dan pelaku usaha wisata di kawasan Sarangan mulai tumbuh, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri tanpa harus menunggu petugas.
“Sekarang mulai muncul kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tanpa harus menunggu petugas. Ini semangat positif,” ucapnya.
Menghadapi lonjakan kunjungan selama empat hari long weekend, Disbudpar memperkirakan jumlah wisatawan dapat menembus lebih dari 21 ribu pengunjung atau sekitar 7 ribu orang per hari apabila kondisi cuaca mendukung.
Meski demikian, Yosef mengakui dampak longsor dan cuaca buruk dalam dua tahun terakhir masih memengaruhi kenyamanan wisatawan. Saat ini masih terdapat sebagian jalur lingkar telaga yang belum sepenuhnya aman dilalui.
“Kami sudah memasang peringatan di titik rawan longsor dan terus melakukan mitigasi. Memang ada sekitar 70 meter jalur yang belum bisa dilalui secara nyaman,” jelasnya.
Disbudpar Magetan juga mulai menerapkan konsep carrying capacity atau kapasitas ideal destinasi wisata guna menjaga kenyamanan pengunjung. Berdasarkan kajian internal, kapasitas nyaman Telaga Sarangan berada di kisaran 14 ribu hingga 16 ribu wisatawan selama delapan jam operasional.
Menurut Yosef, pembatasan kapasitas tersebut penting agar wisatawan tetap nyaman menikmati panorama telaga dan aktivitas ekonomi pelaku UMKM tetap berjalan optimal.
“Kalau terlalu padat justru wisatawan tidak nyaman dan UMKM sulit bertransaksi. Karena itu kapasitas destinasi juga harus diperhatikan,” katanya.
Persiapan long weekend juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah lain, seperti BPBD Kabupaten Magetan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
DPUPR disebut telah melakukan penambalan jalan menuju Sarangan. Sementara BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup melakukan asesmen terhadap pohon rawan tumbang guna mengurangi risiko bencana saat libur panjang berlangsung.
Di sektor kesehatan, Disbudpar Magetan menggandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha hotel dan kuliner terkait standar kebersihan dan higienitas lingkungan wisata.
Selain pembenahan di lapangan, promosi wisata juga mulai digencarkan melalui media sosial resmi Disbudpar. Atraksi seni dan budaya juga disiapkan untuk menambah daya tarik wisatawan selama long weekend.
“Kami berkolaborasi. Bidang destinasi menyiapkan lokasi yang aman dan nyaman, bidang pemasaran memperkuat promosi, sementara bidang kebudayaan menyiapkan atraksi wisata,” tandas Yosef. [fiq/beq]






