Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak 298 calon jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, batal berangkat beribadah haji ke Tanah Suci tahun ini.
Pembatalan terjadi karena calon jemaah mengalami berbagai kendala sehingga harus menunda keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan, mengatakan salah satu alasan banyak jemaah batal berangkat tahun ini disebabkan faktor keterbatasan biaya.
Total ada sebanyak 292 calon jemaah yang menunda keberangkatan karena tidak dapat membayar biaya pelunasan haji.
“Jadi, di tahun ini ada banyak jemaah yang sampai sekarang belum bisa pelunasan. Ada 292 jemaah yang sudah kami laporkan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur karena menyatakan tunda, tidak bisa pelunasan,” ucap Hasan di Lumajang, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, selain masalah biaya, terdapat juga faktor lain yang membuat enam orang calon jemaah batal berangkat.
Hasan merinci, terdapat empat orang yang terkendala karena kondisi kesehatan menurun. Satu lainnya karena keluarga menolak pemberangkatan.
Sedangkan satu calon jemaah bernama Umar Hasan dinyatakan meninggal dunia diduga akibat infeksi paru-paru.
“Untuk selain terkendala biaya, ini ada 6 orang gagal berangkat baik karena kesehatan, masalah keluarga, ada satu yang meninggal dunia,” tambahnya.
Selanjutnya, kuota dari 298 jemaah yang batal berangkat itu akan diisi oleh jemaah cadangan yang tersedia sesuai nomor urut di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Untuk para jemaah yang batal berangkat nanti akan dimasukkan kembali menjadi calon jemaah yang akan berangkat pada musim haji tahun berikutnya.
“Ini semua diatur langsung by system, jadi untuk cadangan jemaah juga sudah ada penggantinya. Dan tidak bisa diambil langsung dari Lumajang, biasanya diambil dari kabupaten lain,” ungkap Hasan.
Sebagai informasi, tahun ini ada sebanyak 1.256 jemaah haji tergabung dalam empat kloter yang akan diberangkatkan pada Sabtu (16/5/2026). (has/kun)






