Mojokerto (beritajatim.com) – Hingga awal Mei 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto telah mencapai 96 persen dari target 72 ribu ton pengadaan beras. Diprediksi, pekan depan target 72 ribu ton beras tersebut sudah berhasil terpenuhi.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan target pengadaan beras tahun 2026 ini sebanyak 72 ribu ton setara beras. “Sampai awal Mei ini, sudah terpenuhi sebanyak 96 persen,” ungkapnya, Sabtu (9/5/2026).
Pihaknya menargetkan, pada pekan depan atau pertengahan Mei 2026, target 72 ribu ton tersebut sudah bisa terpenuhi. Di level nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 5,23 juta ton per Mei 2026.
“Pada periode pertama, serapan kami 60 ribu ton setara gabah dan sampai Mei ini, sudah 69 ribu ton setara beras. Dari tiga wilayah kita, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang masih menjadi lumbung pengadaan beras favorit,” katanya.
Pihaknya memastikan stok beras di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto aman hingga tahun 2027 mendatang. Hingga saat ini, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto masih menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Seperti di pasar tradisional termasuk Pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Mojosari. Kita juga mendistribusikan MinyaKita dan setiap minggu, program ini dilakukan pemantauan rutin oleh tim PPID. Gerakan Pasar Murah bersama Disperindag, sampai saat ini sudah menggelontorkan 37 ribu ton beras,” jelasnya.
Capaian pengadaan beras Perum Bulog ini mendapatkan apresiasi anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Habibur Rochman. Apresiasi tersebut disampaikan Gus Habib (sapaan akrab, red) saat melakukan kunjungan pengawasan ke gudang Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Jumat (8/5/2026) kemarin.
“Sejak berdirinya republik ini, baru sekarang kita memiliki stok beras terbesar dalam sejarah dan berhasil mencapai swasembada beras. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama pemerintah, Kementerian Pertanian, Bulog, serta dukungan TNI dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ini ke depan harus dipertahankan dan dijaga,” tegasnya. [tin/kun]






