Sidoarjo (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, sebagai upaya mewujudkan desa bersih dan mandiri.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Tambaksumur tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, RT/RW, ibu-ibu PKK, kader posyandu, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Sosialisasi bertajuk “Wujudkan Desa Bersih Mandiri: Optimalisasi Kesadaran dalam Mengatasi Sampah Wilayah Desa Tambaksumur” ini menghadirkan pengelola TPS 3R Janti Berseri, Uyik Suripto, serta pegiat lingkungan Muhammad Al Irsyad sebagai narasumber.
Kepala Desa Tambaksumur, H. Mas’ud, mengapresiasi langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA yang dinilai mampu menghadirkan edukasi lingkungan bagi masyarakat desa.
“Mahasiswa ini dari Jurusan Ilmu Komunikasi. Melalui tangan mereka, diharapkan masyarakat bisa mendengarkan dan tentunya mengamalkan apa yang nantinya disampaikan oleh pemateri,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia juga berharap sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jangan hanya mendengar lalu hilang begitu saja, tapi saya harap kesadaran ini bisa optimal sebagai langkah baru mewujudkan desa bersih mandiri,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Muhammad Al Irsyad menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari warga yang aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait solusi penanganan sampah di lingkungan mereka.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Mutamakkin Al Jailani, mengatakan sosialisasi ini dilatarbelakangi persoalan sampah di Tambaksumur yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Sebagai upaya memberikan edukasi dan contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat, kami hadirkan narasumber-narasumber yang sudah kerja nyata dalam menangani atau mengelola sampah. Semoga pengetahuan yang dipaparkan atau ilmu yang sudah ditularkan narasumber tersebut, bisa membawa manfaat Tambaksumur dalam menangani masalah sampah,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Mas Alex Sidoresmo itu menjelaskan, pemilihan pengelola TPS 3R Janti Berseri sebagai narasumber bukan tanpa alasan. Menurutnya, TPST tersebut menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dinilai berhasil di Sidoarjo. (ted)
“Masyarakat Desa Janti berhasil dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga. Sistem pengelolaan seperti ini efektif mengurangi limbah sekaligus mendorong pengolahan sampah bernilai ekonomi melalui pengomposan dan daur ulang,” jelasnya.
Mas Alex menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Rekayasa Sosial yang diikuti mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA.
“Harapannya kegiatan ini menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sehingga Tambaksumur mampu membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan mandiri di masa mendatang,” pungkasnya.






