Gresik (beritajatim.com)- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai memetik hasil transformasi bisnis yang dijalankan secara agresif di tengah tekanan industri semen nasional. Di saat pasar domestik masih dibayangi kondisi overcapacity dan ketatnya persaingan harga. Emiten berkode saham SMGR itu justru mampu mencatat lonjakan laba sekaligus memperkuat strategi ekspansi ekspor sebagai sumber pertumbuhan baru.
Pada kuartal I 2026, SIG membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 88,7 persen menjadi Rp80 miliar.
Sementara itu, volume penjualan perseroan juga naik 1,7 persen yoy menjadi 8,71 juta ton. Kinerja tersebut dinilai menjadi sinyal positif efektivitas strategi transformasi yang dijalankan perusahaan pelat merah tersebut.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Perseroan saat ini tidak hanya berfokus menjaga profitabilitas jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi pasar dan penguatan daya saing operasional.
“SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri,” ujar Vita Mahreyni, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, salah satu strategi utama SIG saat ini adalah memperbesar penetrasi pasar ekspor guna meningkatkan utilisasi pabrik di tengah lemahnya permintaan domestik. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas pasar produk turunan bernilai tambah.
Untuk mendukung agenda ekspansi tersebut, SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation telah merampungkan pembangunan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur. Infrastruktur tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Keberadaan fasilitas ekspor baru itu diyakini menjadi katalis penting bagi penguatan posisi SIG di pasar regional, sekaligus mendukung peningkatan margin usaha di tengah kompetisi industri semen nasional yang semakin ketat.
“Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas Perseroan,” kata Vita Mahreyni.
Di sisi operasional, SIG juga melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, hingga pengendalian biaya operasional. Strategi tersebut menjadi penting di tengah kenaikan harga energi dan belum pulih sepenuhnya permintaan semen domestik.
Penguatan fundamental keuangan dan ekspansi pasar ekspor dinilai menjadi kombinasi penting bagi SIG untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Transformasi yang dijalankan Perseroan kini mulai memperlihatkan arah baru SIG sebagai pemain bahan bangunan regional yang lebih kompetitif dan adaptif menghadapi perubahan pasar. [dny/but]






