Mojokerto (beritajatim.com) – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pendapa Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, saat 224 jemaah haji diberangkatkan menuju Tanah Suci. Prosesi pelepasan dipimpin Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto, Rachman Sidarta Arisandi, yang hadir mewakili Wali Kota Ika Puspitasari.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Sandi (sapaan akrab, red) menekankan pentingnya semangat kebersamaan selama menjalankan ibadah haji, terutama bagi jemaah dengan kebutuhan khusus seperti lansia dan disabilitas. Ia mengingatkan bahwa haji bukan hanya tentang kemampuan individu, tetapi juga solidaritas antarjemaah.
“Semangat haji ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan harus benar-benar diwujudkan. Yang kuat harus membantu, yang muda harus menghormati, dan semua harus saling menjaga,” ungkapnya, Rabu (6/5/2026).
Selain pesan kebersamaan, perhatian terhadap kondisi fisik juga menjadi sorotan. Mengingat suhu ekstrem di Arab Saudi, para jemaah diminta untuk disiplin menjaga kesehatan, mulai dari pola makan hingga waktu istirahat. Cak Sandi juga mengajak para jemaah untuk menjadikan ibadah haji sebagai momentum perubahan diri.
“Cuaca di sana sangat panas dan kering. Jangan memaksakan diri. Jika lelah, segera istirahat agar ibadah bisa dijalankan dengan maksimal. Ibadah haji adalah perjalanan spiritual. Pulang nanti harus membawa perubahan, baik dalam sikap, ibadah, maupun kontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Dari total 224 jemaah asal Kota Mojokerto yang berangkat, terdiri atas 107 laki-laki dan 115 perempuan, serta didampingi dua petugas Pendamping Haji Daerah. Sejumlah jemaah juga tercatat mengikuti skema penggabungan mahram serta pendampingan lansia guna memastikan kenyamanan dan keamanan selama menjalankan ibadah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berharap seluruh jemaah dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur, sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat. [tin/suf]

as a preferred source on Google




