Ringkasan Berita:
- Pemprov Jawa Timur memastikan membuka formasi ASN tenaga pendidik pada 2026.
- Sekitar 1.300 guru di lingkungan Pemprov Jatim memasuki masa pensiun tahun ini.
- BKD Jatim juga menyiapkan skema penataan tenaga non-ASN dan PPPK paruh waktu.
- Seleksi ASN dipastikan berlangsung transparan tanpa perlakuan khusus.
Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan membuka formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tenaga pendidik pada tahun 2026 sebagai langkah strategis mengantisipasi kekosongan besar di sektor pendidikan akibat gelombang pensiun guru.
Kepala BKD Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengungkapkan bahwa total ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang memasuki masa purna tugas tahun ini mencapai 2.647 orang.
Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya atau sekitar 1.300 orang merupakan tenaga pendidik.
“Penambahan guru tidak bisa dihindari karena pendidikan adalah layanan dasar. Kami sedang menghitung formasi untuk menggantikan mereka yang pensiun,” ujar Yuyun di Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Kondisi ini menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam perencanaan kebutuhan ASN Pemprov Jawa Timur tahun depan, terutama untuk menjaga kualitas layanan pendidikan di sekolah negeri.
Selain menyiapkan formasi baru, Pemprov Jatim juga tengah menyusun strategi penataan tenaga non-ASN, termasuk mempertimbangkan skema PPPK paruh waktu sebagai solusi tambahan.
Namun demikian, BKD Jatim menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen akan dilakukan melalui mekanisme resmi dan terbuka.
Yuyun memastikan tidak akan ada jalur khusus maupun perlakuan istimewa bagi peserta tertentu meski kebutuhan tenaga guru tergolong mendesak.
“Tidak ada yang diistimewakan, semuanya sama. Semua harus melalui seleksi sesuai ketentuan. Kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk merumuskan skema yang tepat bagi guru non-ASN sebelum diajukan ke Kemenpan RB,” tegasnya. [tok/beq]







1 Komentar
Trus guru PPPK dan PPPK PW mau dikemanakan, mbok itu saja langsung diangkat ke ASN krn mereka juga butuh kepastian nasib