Surabaya (beritajatim.com)- Tahukah kamu, buah persik yang sering dianggap berasal dari Persia ternyata justru berasal dari Asia Timur? Buah ini dikenal luas karena rasanya yang manis dan aromanya yang segar, sehingga sering identik dengan musim panas. Namun, di balik popularitasnya, persik menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Mulai dari sejarah panjang hingga kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Fakta Unik dan Nutrisi Buah Persik
Buah persik dikenal lewat kulitnya yang halus berbulu dan aromanya yang manis segar. Banyak orang menganggapnya sebagai buah khas musim panas. Namun, di balik tampilannya yang menarik, persik menyimpan sejarah panjang dan kandungan nutrisi yang tidak banyak diketahui. Meski namanya sering dikaitkan dengan Persia, asal-usulnya justru berasal dari Asia Timur.
Perjalanan Panjang dari Tiongkok
Banyak yang mengira persik berasal dari Timur Tengah karena namanya. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa buah ini sudah dibudidayakan di Tiongkok sejak sekitar 6000 SM. Dari sana, persik menyebar melalui Jalur Sutra hingga ke Persia, lalu dibawa ke Eropa.
Di Tiongkok, persik bukan sekadar buah. Ia memiliki makna simbolis sebagai lambang keabadian dan umur panjang. Dalam berbagai cerita dan tradisi, persik sering dikaitkan dengan kehidupan para dewa.
Persik Kuning dan Putih, Apa Bedanya?
Persik masih satu keluarga dengan mawar dan juga berkerabat dengan almond. Secara umum, ada dua jenis yang paling dikenal, yaitu persik kuning dan persik putih. Persik kuning memiliki rasa yang lebih kuat dengan sedikit asam, sehingga cocok untuk diolah, seperti dipanggang atau dijadikan buah kalengan.
Sementara itu, persik putih rasanya lebih manis dan aromanya lebih lembut. Karena kadar asamnya rendah, jenis ini lebih enak dimakan langsung daripada diawetkan.
Kaya Air dan Nutrisi
Persik mengandung sekitar 88 persen air, sehingga baik untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Menariknya, bagian kulitnya justru menyimpan lebih banyak antioksidan dan mineral dibandingkan daging buahnya.
Senyawa seperti fenolik dan flavonoid dalam persik membantu melawan radikal bebas. Selain itu, minyak dari biji persik juga mengandung asam lemak dan vitamin E yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit.
Baik untuk Jantung dan Pencernaan
Mengonsumsi persik secara rutin bisa membantu menjaga kesehatan tubuh. Kandungan seratnya membantu melancarkan pencernaan sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Vitamin C dalam persik juga berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan tulang, dan gigi. Bahkan, dalam pengobatan tradisional, daun persik sering dimanfaatkan untuk meredakan mual dan masalah saluran kemih.
Hati-hati pada Bagian Biji
Meski daging buahnya aman dan menyehatkan, biji persik tidak boleh dikonsumsi. Biji ini mengandung senyawa amygdalin yang bisa menghasilkan zat beracun jika masuk ke dalam tubuh. Karena itu, selalu pastikan bijinya dibuang sebelum dimakan atau diolah. [Meychel Salsabyla]






