Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah memacu proyek beautifikasi eksterior Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang ditargetkan tuntas pada Oktober 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat daya tarik visual serta memberikan kesan estetika yang lebih segar bagi para pengunjung.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa fokus perbaikan eksterior (fasad) ini akan berpusat pada dua titik akses utama, sisi depan pintu masuk Patung Sura dan Baya serta pintu masuk akses tunnel parkir Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).
“Kita sudah diskusi dengan teman-teman direksi KBS maka akan ada perubahan di pintu masuk,” ujar Eri, Senin (4/5/2026).
Eri menambahkan, bahwa sepanjang dinding di area pintu masuk akan dihias sedemikian rupa guna memikat masyarakat, termasuk calon wisatawan yang awalnya belum berencana berkunjung.
“Jadi nanti ada perubahan di titik (pintu masuk) itu, juga sepanjang dindingnya, sehingga orang itu akan menarik untuk datang ke kebun binatang Surabaya,” ungkap Eri.
Transformasi wajah baru KBS ini juga direncanakan tidak akan membebani APBD. Pemkot Surabaya akan menggandeng pihak ketiga melalui skema kerja sama Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara, sebagai imbal balik, para investor akan mendapatkan privilege tertentu atas kontribusi mereka dalam membangun fasilitas tersebut.
“Dengan melibatkan pihak ketiga yang bisa CSR, sehingga nanti kita (Pemkot) memberikan privilege apa, tapi mereka yang membangun,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan bahwa rincian anggaran saat ini tengah dimatangkan oleh tim ahli perencanaan.
Visi besar KBS dari perbaikan ini, menurut Nurika, adalah untuk menciptakan atmosfer wisata keluarga yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
”Jadi secara look-nya itu paling tidak mengikuti perkembangan tren terkini, sehingga diharapkan kompetitif dengan lembaga konservasi sekitar,” pungkas Nurika. (rma/ted)






