Makkah (beritajatim.com) – Layanan transportasi jemaah haji Indonesia di Terminal Jabal Ka’bah, Makkah, kini beroperasi penuh selama 24 jam dengan kepastian rotasi bus setiap 10 menit guna menjamin kelancaran ibadah ke Masjidil Haram. Terminal strategis ini menjadi titik pusat bagi ribuan jemaah, khususnya yang menempati pemondokan di wilayah Jarwal dan Aziziyah, termasuk kompleks Al-Hidayah Tower yang menampung puluhan ribu jemaah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kesiagaan armada di terminal ini bertujuan agar jemaah tidak perlu mengantre lama di bawah cuaca Makkah yang cukup menantang.
Kepala Pos (Kapos) Terminal Jabal Ka’bah, Taufiq Hidayat, memastikan bahwa manajemen pergerakan bus diatur secara presisi untuk kenyamanan tamu Allah. “Terminal Jabal Ka’bah melayani dua jalur, yaitu jalur Aziziyah dan jalur Jarwal. Untuk rotasi busnya berjalan setiap 10 menit. Bus akan bersiaga di sini, jadi semua jemaah tidak akan menunggu lama setelah ibadah untuk kembali ke hotelnya,” ujar Taufiq saat ditemui di lokasi, Minggu (3/5/2026).
Akses Terdekat dan Panduan Agar Tidak Tersesat
Meskipun jarak dari Terminal Jabal Ka’bah menuju area Masjidil Haram hanya berkisar 300 hingga 400 meter, kontur jalannya terpantau menanjak. Namun, Taufiq menyebutkan bahwa selama operasional berlangsung, para jemaah haji—termasuk dari embarkasi Jawa Timur—tidak ada yang mengeluhkan kondisi geografis tersebut.
Agar jemaah tidak bingung saat keluar dari Masjidil Haram, Taufiq membagikan tips navigasi yang mudah diingat. Jemaah diminta menjadikan Tower 6, Menara Anjung, atau WC 6 sebagai patokan utama titik kumpul.
“Ciri khasnya, jika jemaah datang dari Terminal Jabal Ka’bah, keluarnya adalah Menara Anjung atau WC 6. Untuk jemaah Aziziyah (Al-Hidayah), arah terminalnya ada di sebelah kanan. Sedangkan untuk jalur Jarwal, arah terminalnya berada di sebelah kiri. Penting bagi jemaah mengenali arah kanan dan kiri ini agar tidak tersesat,” tuturnya.
Layanan Ramah Lansia dan Sif Petugas
Menyinergikan program “Haji Ramah Lansia”, Terminal Jabal Ka’bah juga memperkuat koordinasi dengan fungsi Lansia dan Disabilitas (Landis). Melalui sistem komunikasi berbasis grup digital, petugas terminal dapat dengan cepat memfasilitasi kebutuhan kursi roda bagi jemaah yang mengalami kelelahan di titik kedatangan.
“Koordinasi kami dengan petugas Landis berjalan lancar. Jika memerlukan kursi roda, kami segera berkoordinasi dengan petugas Landis untuk menyiapkan pendorong resmi,” tambah Taufiq.
Guna menjaga kualitas pelayanan tetap prima dan mencegah kelelahan personel, manajemen petugas di Terminal Jabal Ka’bah dibagi ke dalam tiga sif kerja. Pembagian tersebut meliputi sif pagi (07.00–16.00 WAS), sif sore (16.00–23.00 WAS), dan sif malam hingga pagi (23.00–07.00 WAS). Langkah ini memastikan petugas selalu dalam kondisi bugar untuk mengarahkan jemaah di tengah arus keberangkatan dan kepulangan umrah wajib yang kian padat. [ian/MCH]






