Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan penghubung lintas kabupaten yang terletak di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kunjungannya, Bupati Subandi memeriksa langsung kondisi fisik jembatan yang dinilai sudah sangat tidak layak untuk digunakan.
Jembatan yang telah berusia tua ini sangat berisiko bagi pengguna jalan, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan.
“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ungkap Efendi (36), seorang warga setempat yang turut memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut, Minggu (3/5/2026).
Bupati Subandi menjelaskan bahwa kondisi fisik jembatan yang sudah tua serta desain yang kurang aman menyebabkan tingginya risiko kecelakaan. Selain itu, posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan dan lebar jembatan yang terbatas turut memperburuk situasi. Pagar pembatas yang biasanya menjadi pelindung kini hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan parah.
Warga sekitar sebelumnya sudah berinisiatif memasang tali rafia di bagian jembatan yang rusak untuk memberi peringatan kepada pengendara. Meskipun langkah ini dianggap sebagai solusi sementara, kondisi tali rafia tersebut kini telah lepas dan tidak memberikan perlindungan maksimal lagi.
Usai sidak yang juga melibatkan penyerahan bantuan kursi roda untuk RTLH, Bupati Subandi meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Tarik dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto. Ia menyatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut sebenarnya sudah direncanakan pada tahun lalu, namun terpaksa ditunda karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
“Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini bangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” ujarnya.
Namun, Bupati Subandi memastikan bahwa pembangunan jembatan tersebut akan kembali dijadwalkan untuk segera dimulai. “Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2027, dan diperkirakan selesai pada sekitar bulan Maret hingga April tahun yang sama.
Selain itu, Bupati Subandi juga menyoroti kondisi sekitar jembatan yang membutuhkan normalisasi untuk mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut. “Terus yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.
Normalisasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan, mengingat pentingnya jembatan ini sebagai penghubung antar kabupaten.
Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antara wilayah Sidoarjo dan Mojokerto dapat semakin aman, lancar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat. [isa/suf]






