Ringkasan Berita:
- SPPG Prajurit Kulon Mojokerto resmi beroperasi sejak April 2026.
- Program Makan Bergizi Gratis menyasar pelajar, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
- Sebanyak 1.080 paket makanan bergizi telah didistribusikan pada tahap awal.
- Program ini menjadi bentuk kontribusi sosial berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat.
Mojokerto (beritajatim.com) – Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prajurit Kulon di Jalan Raya Prajurit Kulon Nomor 22, Kota Mojokerto, menjadi langkah baru dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fasilitas dapur MBG tersebut difokuskan untuk melayani kelompok prioritas seperti pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah sekitar.
Pemilik Yayasan Berkah Bangun Desa, Adin Alfurrohmat, menjelaskan bahwa dapur MBG telah mulai beroperasi sejak April 2026 dan langsung mendistribusikan bantuan makanan bergizi kepada masyarakat.
“Total ada sebanyak 1.080 paket makan bergizi gratis yang didistribusikan pada periode pertama,” tutur Adin, Sabtu (2/5/2026).
Distribusi tahap awal tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan program yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Peresmian fasilitas ini turut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, aparat TNI, hingga kepolisian.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan kolektif terhadap upaya penguatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang lebih terarah.
Adin menyebut pendirian SPPG dilatarbelakangi semangat tanggung jawab sosial yayasan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Harapan saya, dengan diresmikannya SPPG ini, yayasan bisa memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, terutama dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan dapur MBG bukan sekadar program bantuan sesaat, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Saya juga percaya bahwa di setiap rezeki yang kita dapat, selalu ada hak orang lain di dalamnya. Jadi melalui SPPG ini, kami ingin menjadi jembatan untuk menyalurkan kebaikan tersebut secara tepat sasaran,” pungkasnya.
Program ini diharapkan mampu menjadi model pelayanan sosial berbasis komunitas yang tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, tetapi juga mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kota Mojokerto. [asg/beq]






